IDI Imbau Masyarakat Jangan Panik Terkait Wabah Virus Corona di Tiongkok

share on:
Ilustrasi || YP/Mufti

Yogyapos.com (JAKARTA) - Pengurus  Besar  Ikatan  Dokter Indonesia (IDI) mengimbau masyarakat tidak panik terhadap wabah yang tengah berjangkit di Wuhan, Tiongkok. Masyarakat diminta tetap waspada, terutama bila mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernafas agar segeramencaripertolongankerumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat. Selanjutnya tetap melakukan dan meningkatkan gaya hidup sehat dengan mengikuti petunjuk-petunjuk kesehatan secara umum.

Imbauan disampaikan melalui siaran pers, ditanda tangani KetuaUmum IDI, Dr Daeng M Faqih SH MH. Rilis yang diterima yogyapos.com, Selasa (28/1/2020) menjelaskan bahwa  kasus-kasus pneumonia berat bermula dari adanya laporan 27 kasus di kota Wuhan, Tiongkok. Penyebabnya adalah Corona virus jenisbarudandikenal sebagai Novel Coronavirus  (2019-nCoV). Kasus tersebut kemudian meningkat cepat. Sampai 23 Januari 2020 dilaporkan telah mencapai 830 lebih kasus di seluruh dunia, 25 orang meninggal dunia.

Selain Wuhan, jelasDaeng, beberapa negara melaporkan kasus suspek serupa yaitu di Thailand, Hongkong, Macau, Jepang, Vietnam, Singapura, Korea Selatan, dan USA. Namun WHO belum merekomendasikan secara spesifik untuk traveler atau restriksi perdagangan dengan Tiongkok. Saatini WHO masih terus melakukan pengamatan.

“Gejala yang muncul pada pneumonia inimirip pneumonia pada umumnya, diantaranya demam, lemas, batuk kering, dan sesak atau kesulitan bernafas,” tulisnya.

Daeng mengingatkan perlunya mewaspadai orang berusia lanjut dan balita. Sebab pada orang berusia lanjut atau memiliki penyakit penyerta lain resikonya lebih tinggi serta memperberat kondisi. Sedangkan masa inkubasi penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun rata-rata gejala timbul setelah dua hingga empat hari. Begitu pula metode transmisi penyakit belum diketahui dengan pasti.

“Awalnya virus ini diduga bersumber dari hewan. Namun ternyata telah ditemukan penularan dari manusia ke manusia,” terangnya.

Terkait pencegahan, ungkap Daeng, belum ada vaksin guna mencegah kasusini.Pneumonia pada kasus outbreak saat ini disebabkan oleh coronavirus jenis baru. Dia menyarankan supaya menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit infeksi saluran nafas. Kemudian mencuci tangan, khususnya setelah kontak dengan pasien dan lingkungannya. Hindari menyentuh hewan atau unggas atau hewan liar (wild animal).

Di samping itu mematuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan. Jika merasa kesehatan tidak nyaman ketika di daerah outbreak terutama demam atau batuk, gunakan masker lalu cari layanan kesehatan. Selanjutnya konsultasi ke dokter setelah kembali dari daerah outbreak jika terdapat gejala demam atau gejala lain.

“Dan beritahu dokter mengenai riwayat perjalanan serta gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit,” katanya di akhir rilis. (Muf)


share on: