Yogyapos.com (KULONPROGO) - Pelaku bisnis UMKM yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HPPI) DIY meminta kebijakan pemerintah yang memberikan kesempatan dan insfra struktur bisnis berpihak kepada pengusaha pribumi. Permintaan ini bukan rasis tetapi kebijakan tersebut mengacu pada substansi ruh ekonomi Pancasila Demikian poin dari Deklarasi HIPPI Istimewa yang mengangkat value Adil & Berpihak.
Deklarasi HIPPI Istimewa dilakukan di Underpass New Yogyakarta Internasional Airport (YIA) Kulon Progo DIY, Jumat (24/1). Acara deklarasi yang juga peresmian beroperasinya Underpass YIA tersebut didukung oleh DPD HIPPI DIY, DPC Kulonprogo dan ISHD DIY. Dalam acara tersebut juga dihadiri 75 pengusaha dan 25 Moge Harley Davidson.
Ketua HIPPI DIY Dr Sarbini alias Mbah Ben mengatakan tujuan penting value Adil & Berpihak tersebut UMKM agar menjadi pelaku bisnis handal dalam mewujudkan kedaulatan dan memperkuat ekonomi nasional. Melalui HIPPI Istimewa, menyerukan value tersebut ke seluruh DPD Indonesia. Dengan Value tersebut HIPPI berharap kepada pemerintah agar memiliki kebijakan ekonomi dan bisnis berpihak pada pengusaha putra Indonesia.
“Tudingan produk lokal lebih mahal dengan produk impor harus dikritisi secara jujur dan terbuka. Jangan dijadikan landasan untuk melemahkan pengusaha pribumi. Pemerintah memiliki kewajiban politis terhadap permasalahan ini,” tegas Mbah Ben dalam pidato sambutannya.
Dikatakan Mbah Ben juga, kebijakan belum mantab di lini bawah pengusaha UMKM. Ia mengambil contoh masalah klasik yang selalu menjadi alasan bahwa UMKM atau pengusaha pribumi dinilai kurang profesional dalam mengelola bisnis alias manejemen bisnis belum bisa diakses di dunia perbankan. Saat ini proporsionalitas peluang bisnis masih didominasi kapitalis. Oleh karena itu, anggota HIPPI memiliki ideologi pengusaha pribumi memohon diberikan infrastruktur bisnis yang mendasari dengan keberpihakan. “Kebijakan tanpa keberpihakan dan pembinaan pengusaha pribumi kurang lincah bisa mengambil akses tersebut,” katanya
HIPPI DIY saat ini memiliki anggota sekitar 1.000 pengusaha UMKM di sektor industri pariwisata, kuliner, kerajinan, Fashion, Hiburan, pertanian, peternakan, dan tambang serta bisnis Jasa dan produk. (Tor)
