HAPSARI BUDI PANGASTUTI SH : Jadi Caleg Demi Keberdayaan Perempuan dan Anak-anak

share on:

Hapsari Budi Pangastuti SH, nama yang sudah tidak asing lagi dalam jagad penegakan hukum di Yogyakarta. Dia satu di antara sedikit perempuan advokat yang mendidikasikan tenaga maupun pikirannya bagi masyarakat pencari keadilan. Ia makin melejit ketika kini menjadi Calon Legislatif (Caleg) Partai Demokrat Yogyakarta. 

Meski tidak pernah menolak menangani kasus apa pun, tapi ia sebenarnya lebih konsentrasi pada kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak. Sudah puluhan kasus yang melibatkan perempuan dan anak ditanganinya, tak sedikit pula kasus pidana umum lain dan korupsi diselesaikannya.

“Advokat memang pada dasarnya tidak boleh menolak menangani kasus apa saja. Tapi saya kebetulan lebih ngeh ketika menangani kasus anak,” ujar alumnus FH UII, di Law Office AH & Partner’s, Perum Citra Panorama, Caturtunggal, Depok, Sleman, Rabu (10/12/2018).

Di Law Office AH & Parnerr’s inilah, advokat yang akrab disapa Utie sehari-hari kosentrasi dalam penanganan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dan dari pengalaman penanganan kasus-kasus tersebut, ia merasa perlu untuk andil di bidang politik praktis.

Salah satu alasan, kebijakan apa pun di negeri ini tak lepas dari politik. Termasuk hukum merupakan produk politik. Perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak merupakan produk politik. Ke depan sangat buutuh politisi-politisi berlatar belakang pendidikan hukum untuk mewarnai produk hukum yang apolitis.

“Artinya, semakin banyak praktisi maupun ahli hukum di parlemen maka akan semakin bagus agar produk hukum yang dihasilkannya benar-benar bertujuan demi kepentingan masyarakat secara keseluruhan,” tegas istri Ade Sulaeman Yusuf SH yang juga advokat.

Sebagai caleg, Hapsari Budi Pangastuti memilih Dapil 5 atau Sleman Selatan, karena kebetulan berdomisili di wilayah Depok. Di wilayah inilah basis massa dia telah terkondisikan. 

Ia mengaku merasa cukup membangu basis massa tersebut selama 5 tahun sebelumnya. Bermula melalui aktivitas penyuluhan maupun pendampingan hukum bersama rekan-rekannya di LKBH Bangkit Yogyakarta yang kebetulan dia sendiri sebagai Direkturnya. Kecuali itu juga melalui kegiatan sosial dan hobi.

Perempuan harus berdaya mengambil peran apa saja karena pada dasarnya adalah tiang negara. Di tangan perempuan yang mumpuni akan tumbuh generasi penerus yang piawai menghadapi kehidupan. “Salah satu cara memberdayakan perempuan dan anak-anak adalah melalui sistem. Saya menjadi caleg atas dasar tujuan tersebut,” pungkas caleg low profil tapi trengginas dan cekatan ini sekaligus memohon dukungannya kepada masyarakat. (Inu)


share on: