Gunung Merapi 19 Kali Muntahan Lava, Jarak Luncur 1.100 Meter

share on:
Gunung Merapi || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pada status level III (siaga) Gunung Merapi terus menunjukkan aktifitasnya, teramati 19 kali guguran lava ke arah barat daya.

“Teramati 16 kali guguran ke Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter dan  3 kali guguran lava ke arah selatan (Kali Boyong) dengan jarak luncur maksimum 1.100 meter,” kata petugas Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Susanta dan Yulianto dalam keterangan tertulis, Selasa (2/1/2024).

BACA JUGA: Tol Jogja-Solo Difungsikan untuk Mendukung Arus Balik Nataru

Menurut Susanta, aktifitas tersebut hasil pengamanan yang dilakukan pada tanggal 01-01-2024 00.00-24.00 WIB, oleh karena itu pihaknya menerbitkan sejumlah rekomendasi.

“Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km,” jelasnya.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

BACA JUGA: Inflasi di Sleman Mencapai 3,48 Persen, Gerakan 'Serabi' Salah Satu Solusi

Disebutkan, data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya, agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. 

“Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi. “Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” imbuh Susanta. (Opo)

 

 

 

 


share on: