Gubernur HB X Resmikan Pasar Tradisional Perikanan, Sleman Pemasok Terbesar Udang Galah di DIY

share on:
Gubernur Sri Sultan HB X menandatangani prasasti Pasar Tradisional Perikanan di Cangkringan, Senin (14/11/2022) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo,  melakukan panen serta menyebarkan benih udang galah Sijawa, di KPI Mina Lestari Brongkol Argomulyo Cangkringan, Sleman, Senin (14/11/2022).

Kegiatan tersebut dilakukan sesaat sebelum peresmian Pasar Tradisional Perikanan Cangkringan. Benih udang galah Sajiwa yang ditebar sebanyak 3.000 ekor. Selanjutnya melakukan peninjauan pasar bersama kelompok Krido Baruno.

Gubenur Sri Sultan HB X menyampaikan, Pemda DIY ingin mengubah pertumbuhan ekonomi agar menjadi lebih berkembang di tingkat kecamatan hingga desa. Hal tersebut diwujudkan dengan pemberdayaan masyarakat yang menjadi fokus utama dengan menciptakan lapangan kerja di desa.

Ia menambahkan, pemberdayaan tersebut harus dimulai dari seluruh perangkat desa dan di dukung dari organisasi pemuda seperti karang taruna. “Kami akan terus mengawal Danais ini tidak hanya untuk infratruktur terapi juga dapat digunakan untuk pengembangan SDM di desa desa,” kata Sri Sultan Hamengkubuwono X. Usai memberikan sambutan Gubenur didampingi Bupati Sleman menyerahkan konsep cara pembenihan ikan yang baik kepada Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), Sertifikasi Kelayakan Pengolahan, serta menyematkan rompi Kelompok Masyarakat Pengawas Perikanan.

Gubernur DIY dan Bupati Sleman ikut panen udang galah Sajiwa || YP-Ist

Sementara itu Bupati Sleman Kustini menyampaikan dalam kurun waktu 2019-2021 produk benih ikan di Kabupaten Sleman meningkat dengan rata-rata 4,10 persen. Peningkatan tersebut didukung oleh peningkatan produksi benih dominan ikan seperti lele,gumare dan nila.

Kustini juga mengungkapkan, Sleman telah menjadi wilayah sentral pembenihan ikan untuk meningkatkan produksi benih ikan. Selanjutnya program peningkatan benih akan lebih difokuskan pada lokasi tersebut, termasuk pasar tradisional benih ikan Cangkringan.

“Kami berharap dengan diresmikannya pasar tradisional benih ikan Cangkringan maka akan semakin mendorong peningkatan produksi benih ikan di Kabupaten Sleman sekaligus dapat berkontribusi dalam peningkatan kesejahterahan para petani,” harap Bupati. 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Bayu Mukti Sasongko melaporkan bahwa Kabupaten Sleman menjadi penyumbang terbesar benih ikan di DIY. Tercatat dari total 96.000 ton, produksi benih ikan yang duhasilkan dalam satu tahun, Sleman menyumbang bagian sebesar 57 persen.

Dengan peresmian pasar tradisional perikanan dan penyebaran benih udang yang telah dilakukan, pihaknya berharap Sleman dapat terus berkembang mebjadi sentral persediasn benih yang lebih besar.

“Dengan pembangunan pasar ini, semoga bisa sebagai sentral nuaga hasil perikanan di Sleman  terutama ubtuknpemasaran benih di Kabupaten Sleman,” katanya.

Udang galah Sijawa atau udang galah produksi Yogya Istimewa merupakan jenis ikan perairan asli Indonesia yang tergolong komoditas ekonomi tertinggi. Komoditas ini memiliki keunggulan pada segi reproduksi, produktivitas, serta tahan terhadap penyakit. Udang Galah Sajiwa merupakan nama yang diberikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Agn)

 


share on: