GELIAT EKONOMI UMAT: PCA Aisyiyah Bina Usaha Ekonomi Keluarga

share on:
Salah satu kegiatan BUEKA PAC Mergangsan | YP/Affan

Yogyapos.com (YOGYA) - Langkah Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah telah berhasil memfasilitasi setiap anggotanya dalam suatu wadah pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis ekonomi keluarga Bina Usaha Ekonomi Keluarga Aisyiyah (BUEKA). 

Program kerja BUEKA ini telah dilaksanakan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Mergangsan Yogyakarta, di mana terdapat beragam usaha industri rumahan seperti: usaha katering, snack, kerajinan tangan manik-manik, bross ataupun kerajinan membuat tas rajut dari benang, tas rajut dari limbah rumah tangga berupa kantong plastik.

Dan, masih banyak lagi hasil kerajinan tangan dari ibu-ibu PCA Mergangsan. Adapun salah satu kegiatan yang mendukung tumbuhkembangnya usaha ini adalah kegiatan pelatihan yang dimeriahkan dengan lomba kreativitas pengolahan snack dan makanan dari bahan dasar jagung, di Asrama Putri Klinik Bersalin BKIA (Balai Kesehatan Ibu dan Anak) Karangkajen Yogyakarta, Senin (18/2/2019).

Kegiatan yang dikuti 20 orang peserta ini sangat memberikan warna sendiri, di mana olahan jagung dapat diolah menjadi snack seperti scutel cream jagung, nuget jagung, bolu panggang, pepes atau lepet jagung, bolu kukus, lapis puding jagung, sup jagung, kue kukus jagung, brownies jagung dan lainnya. 

Seperti disampaikan Ny Asturiyah selaku Ketua PCA Mergangsan ketika menjelaskan kepadw Dyah Pikanthi Diwanti (Dosen UMY) bersama mahasiswa bimbingannya saat meneliti terkait rintisan dan perkembangan BUEKA PCA Mergangsan, rintisan BUEKA bersama Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PCA Mergangsan mengalami kemajuan.

"Sehingga kami optimis ke depannya BUEKA dapat berkontribusi lebih pada masyarakat," kata Ny Asturiyah.

Sementara itu ditambahkan oleh Sekretaris PCA Mergangsan Uswatun, didampingi Siti Sugiarto selaku Ketua MEK PCA Mergangsan, kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh MEK PCA Mergangsan ini berupa pelatihan atau praktek ketrampilan terkait pengolahan kuliner maupun kerajinan seperti: memasak, merajut, dan menyulam, yang selama ini sangat bermanfaat baik bagi anggota maupun warga masyarakat. 

"Sehingga ketrampilan seperti ini sangat diapresiasi dimulai dari berbagi ilmu dilanjutkan pelatihan sampai monitoring kreativitas anggota yang memiliki usaha ataupun baru merintis usaha," kata Ny Uswatun. (Afn)

 


share on: