Yogyapos.com (YOGYA) - Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta melakukan pemantauan terhadap proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2024/2025 di SMP Negeri 5 dan SMP Negeri 8 Kota Yogyakarta, Senin (24/06/2024) untuk jalur zonasi radius.
Di SMP Negeri 5 Kota Yogyakarta mengambil sejumlah sampel berkas data siswa. Terutama lolos syarat administrasi misalnya Kartu Keluarga, Nilai Rapor, dan Nilai ASPD. Hasilnya ada beberapa siswa yang memiliki jarak rumah 196 meter dari sekolah.
BACA JUGA: Gedung Koperasi Grha Alfusa Diresmikan, Berkontribusi Signifikan Perekonomian Pesantren
"Selain itu, ada sejumlah calon siswa baru yang memiliki nilai ASPD 104 untuk tiga mata pelajaran (mapel) tetap nekat mendaftarkan diri di SMP Negeri Kota Yogyakarta," ujar anggota Tim Forpi Yogya, Baharuddin Kamba.
Di SMP Negeri 5 Kota Yogyakarta, Forpi Kota Yogyakarta masih menemukan status famili lain dalam Kartu Keluarga (KK) meskipun bukan nama calon siswa yang mendaftar tetapi nama lain.
Forpi Kota Yogyakarta melakukan uji petik beberapa berkas calon siswa baru di SMP Negeri 8 Kota Yogyakarta. Diantara berkas tersebut, ada dua calon siswa yang hanya berjarak 13 meter dari rumah ke SMP Negeri 8 Kota Yogyakarta. Temuan ini setiap tahun Forpi Kota Yogyakarta dapati. Seperti tahun 2022 ada sebanyak 5 calon siswa yang jarak rumahnya hanya 13 meter ke sekolah dan tahun 2023 ada 10 calon siswa yang jarak rumahnya hanya 13 meter ke sekolah dengan basis RW setempat.
BACA JUGA: Serentak di Indonesia, 283.940 Guru Ikuti Asesmen AKGTK Madrasah 2024
Temuan ini perlu ditelusuri lebih lanjut oleh Dinas Kependudukan dam Pencatatan Sipil (Disdukcapil) bersama pihak sekolah untuk memastikan apakah calon siswa yang bersangkutan benar-benar warga setempat atau hanya KK-nya saja tetapi tempat tinggalnya tidak disitu.
"Ini kan semacam fenomena menarik karena setiap tahun (tiga tahun terakhir) ada saja calon siswa yang jarak antara rumah dengan sekolah hanya belasan meter berbasis RW, seperti di SMP Negeri 8 Kota Yogyakarta ini. Di SMP Negeri 8 Kota Yogyakarta ini juga ditemukan KK yang terbitnya kurang dari satu tahun," tukas Baharuddin.
Forpi Kota Yogyakarta mendorong agar pihak sekolah bersama instansi terkait untuk proaktif untuk mencegek validasi berkas terutama jarak antara sekolah dengan rumah calon siswa yang sangat dekat yakni hanya belasan meter.
BACA JUGA: Wisuda SLB C Widhar Sleman Dikemas 'Dinten Dodolan' yang Istimewa
Dengan melakukan home visit terhadap alamat calon siswa baru selain merupakan bagian dari kepedulian sekolah terhadap calon siswa baru juga sebagai salah satu upaya untuk memastikan kebenaran data kependudukan.
Apabila dikemudian hari ditemukan bahwa calon siswa tersebut tidak tinggal ditempat itu, maka dapat didiskualifikasi. Karena sudah berbuat tidak jujur. (Tim Forpi Kota Yogyakarta: Wahyu Wijayanta, Fakhruddin AM, Umi Hidayati, Baharuddin Kamba, Wiwid H Saputra)
