Festival Dalang Cilik, Jaga Keberlangsungan Warisan Budaya Adiluhung

share on:
Salah satu penampil Festival Dalang Anak dan Remaja Kabupaten Sleman Tahun 2026, di Gedung Serba Guna Kabupaten Sleman, Sabtu (9/5/2026) || YP-ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemerintah Kabupaten Sleman resmi membuka Festival Dalang Anak dan Remaja Kabupaten Sleman Tahun 2026, di Gedung Serba Guna Kabupaten Sleman, Sabtu (9/5/2026).

BACA JUGA: Tim Putra UKSW dan Putri SCU Juara Campus League 1 Yogya, Mou dengan UII Berjenjang

Acara ini diselenggarakan sebagai langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya adiluhung, khususnya seni pedalangan, agar tetap lestari di tangan generasi muda.

BACA JUGA: Peradi Yogyakarta Dampingi 50 Korban Daycare Little Aresha, Siapkan Gugatan Perdata

Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Arif Wibowo, dalam sambutannya menerangkan kegiatan ini diadakan dalam rangka Hari jadi ke-110 Kabupaten Sleman. Diikuti oleh 17 peserta kategori anak-anak dan 17 peserta kategori remaja perwakilan setiap kapanewon di kabupaten Sleman. Untuk kategori anak diadakan pada tanggal 9 dan 10 Mei 2026, sedangkan kategori remaja pada tanggal 11 dan 12 Mei 2026.

Pembukaan festival ditandai pemukulan kenong oleh Wabup Danang Maharsa || YP-ist

“Ini bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang pembinaan dan regenerasi bagi para pelaku seni di Sleman. Di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang penting diwariskan kepada generasi muda di tengah derasnya arus teknologi digital," ujar Arif Wibowo.

BACA JUGA: Seminar Akuntan dan Pajak di UAJY, Kepatuhan Organisasi Publik itu Perlu

Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memberikan apresiasi tinggi kepada para peserta yang antusias mempelajari seni tradisi. Ia menegaskan bahwa menjadi seorang dalang tidak hanya soal kemahiran memainkan tokoh wayang, tetapi juga tentang kemampuan memahami dan menyampaikan nilai kehidupan kepada masyarakat.

BACA JUGA: Jihat, Dari Petani Biasa ke Pengusaha Pembibitan Tanaman

"Masyarakat sekarang cenderung mencari yang instan dan mudah, sementara menjadi dalang itu tidak gampang. Butuh kesabaran untuk duduk semalam suntuk dan mempelajari nilai-nilai kehidupan yang kompleks dalam cerita wayang," imbuhnya.

BACA JUGA: Empat Pengeroyok Satpam PKU Muhammadiyah Nanggulan Divonis 1 Tahun

Lebih lanjut, ditegaskan bahwa nilai-nilai dalam cerita wayang tetap relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Cerita tentang tokoh baik dan jahat pada akhirnya selalu mengarah pada pencarian jati diri dan kebenaran. Meskipun hasil akhir sebuah lakon berada di tangan dalang, nilai moral yang disampaikan menjadi pelajaran berharga bagi penonton.

BACA JUGA: Belajar dari China, Pariwisata Indonesia Butuh Ekosistem, Bukan Hanya Bebas Visa

“Pemerintah Kabupaten Sleman menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan seni dan budaya sebagai pilar pembangunan karakter masyarakat serta penguatan identitas daerah. Melalui festival ini, para dalang muda diharapkan dapat saling bersilaturahmi, bertumbuh, dan semakin percaya diri dalam berkarya,” kata Danang. (*/Agn)


share on: