Festival Dalang Anak dan Remaja Berlangsung Kondusif, Alief Nur Aziz Penampil Terbaik

share on:
Salah satu tampilan Festival Dalang Anak dan Remaja yang diinisiasi Kundha Kebudayaan DIY || YP-Danang

Yogyapos.com (YOGYA) - Dinas Kebudayaan (Kundha Kebudayaan) Daerah Istimewa Yoyakarta (DIY), telah usai menyelenggarakan Festival Dalang Anak, Remaja serta Dalang anak Wayang Golek pada Selasa (6/10/2021), di Gedung Societet Militeir Taman Budaya Yogyakarta. Terilih sebagai penampil terbaik Dalang Anak, Alief Nur Aziz dari Gunungkidul, Dalang Remaja Gimna Cahyo Nugroho dari Gunungkidul dan Dalang Wayang Golek Purbo Jati dari Kulonprogo.

Festival yang dibuka oleh Kepala Kundha KebudayaanDIY mengambil tema Kebangkitan Generasi Milenial dalam Pelestarian Seni Budaya Wayang, diikuti 15 dalang. Ini sekaligus sebagai jawaban atas keprihatinan upaya pelestarian wayang kulit, lebih-lebih Wayang Golek Menak yang dikhawatirkan sejumlah seniman.

Tema tersebut, menurut Kepala Kundha Kebudayaan Dian Lakshmi Pratiwi SS MA, menjadi fokus yang sangat penting dalam pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan khususnya seni pedhalangan DIY.

Kundha Kebudayaan DIY, imbuhnya, senantiasa berupaya dan mengembangkan budaya daerah dalam upaya menjaga identitas ketahanan budaya dengan menunjukan nilai nilai trdisi setempat sungguhpun dlm perwujudannya telah disesuaikan dengan keadaan jaman.

Pada tahun ini, pelestarian dan pengembangan seni pedalangan sudah dilaksanakan salah satunya adalah melalui kegiatan pembinaan pedalangan berupa whokshop pedalangan bekerjasama denganPepadi DIY untuk terus melakukan proses regenerasidalang, pengrawit dan sindenanak.

Festival dalang anak, remaja dan dalang wayang golek yang diselengarakan kali ini menjadi tindak lanjut sekaligus bagian dari ekspresi yang muncul sebagai hasil pembinaan yang telah dilakukan.

Perempuan berkacamata ini berharap  melaui festival ini mampu menjadi bagian publikasi serta pagelaran sajian seni pedalangan gagrak Ngayogyakarta yang berkelanjutan bagi regenerasi pedalangan di Daerah Istimewa Yogyakarta, katanya.

Festival ini, lanjutnya, akan bermuara pada festival dalang tingkat nasional. Seleksi telah dilakukan di masing-masing kabupaten/kota, kerja sama antara Dinas KebudayaanKota dengan Pepadi (Persatuan Pedalangan Indonesia) Kabupaten/Kota.

Ki Udreka yang menjadi corong mewakili dewan yuri sebelum mengumumkan para pemenang menyampaikan Catur catatan. Pertama, pada dasarnya Sumber Daya Manusia baik dalang dan crew pertunjukan semua bagus namun pembinaan untuk wawasan yang lebih luas menasionalitu masih dibutuhkan. Kedua, para pembina memberikan garap yang proporsional dengan keberadaan psikologi anak, Ketiga, unsur keunivervsalan pada caking pakilaran perlu digarap lagi, sebagai contoh keprak tidak hanya penuntun irama tetapi pendukung drama dan pendukung susana, keempat wayang tetap wayang jangan sampai kehilangan ruhnya.

Tahun ini Gunung Kidul mendominasi kemenangan dengan meraih dua juara dalang cilik dan dalang Remaja. (Danang)

 


share on: