DUA PERIODE JADI ANGGOTA DPRD DIY : Sadar Narima SAg SH Kini Siap Sekali Lagi

share on:
Sadar Narima SAg SH (kanan) didampingi advokar Roni Satriyo SH | YP/Ismet

Yogyapos.com (SLEMAN) – Caleg PAN dari Dapil Sleman, Sadar Narima SAg SH memiliki kans besar menjadi anggota DPRD DIY, setelah dalam Pemilu 2019 baru lalu memperoleh suara cukup signifikan.

Berdasarkan hasil rekap yang dilakukan tim relawannya, Sadar perolehan suara politisi berpembawaan kalem ini tembus di atas 10 ribu pemilih. Angka tersebut masuk kategori aman alias memenuhi syarat untuk lolos ke gedung DPRD DIY.

“Insya allah masuk. Tapi sumuanya kami kembalikan pada kehendak Allah SWT,” ucap Sadar Narima, Sabtu (27/4/2019).

Prediksi dia, caleg PAN lainnya yang bakal lolos menuju kursi DRPD DIY di antaranya dua anak Amien Rais masing-masing Hanum Salsabiela Rais (Dapil Sleman Timur) dan Baihaqi Rais (Dapil Kulon Progo), Harwanto, Atmaji, Arif Setiadi, serta Nurjanah.

Jika benar-benar lolos, berarti Sadar Narima merupakan satu-satunya politisi PAN yang tiga kali berturut-turut menjadi anggota DPRD DIY. Tentu saja sukses tersebut tak lepas dari kiprahnya sejak lama bergelut di jagad politik praktis.

Sadar mengawali kiprah politiknya pasca reformasi, 1998-2000 sebagai Ketua DPRT PAN Desa Sumberarum Sleman. Pada 2000 itu pula ia menjadi Ketua DPC PAN Kecamatan Moyudan Sleman. Selanjutnya pada 2004 terpilih menjadi anggota DPRD Sleman, dan setahun kemudian menjadi Wakil Ketua DPD PAN Kabupaten Sleman.

Gagasan dan andilnya untuk menggelembungkan perolehan suara PAN dilakukan dengan mendirikan Balai Penjaringan Aspirasi (BPA) Panji, dimana dia sendiri menjaabat sebagai direkturnya. “Itu tahun 2007, kami bersama kawan-kawan melakukan penjaringan dan pembinaan massa untuk kemajuan PAN,” tukas salah satu motor koalisi Pilbub Sleman 2010 dan 2015.

Sadar mengaku bahwa salah satu kiat memuluskan dirinya menuju kursi dewan adalah berdasarkan komitmen dan kesetiaan pada parpol yang dijadikan kendaraan politiknya maupun massa atau konstituen. Semua itu dilakukan setahap demi setahap, tidak ujug-ujug. “Intinya, jangan sekali-kali mengabaikan suara rakyat berikut pengharapannya demi kesejahteraan. Ada proses yang harus dilalui dengan penuh penghayatan,” jelasnya.(Met)


share on: