DR WIDARTO MPD : Indonesia Kekurangan 190.997 Tenaga Teknik  

share on:
Dr Widarto MPd | YP/Ist/Sulistyawan

Yogyapos.com (SLEMAN) - Berdasarkan Data Kemenristekdikti, sampai akhir 2019 diprediksi Indonesia kekurangan tenaga teknik sebanyak 190.997. Ini terjadi karena minat mahasiswa kuliah di jurusan Teknik Murni dari tahun ke tahun semakin berkurang. Kondisi tersebut selain merupakan tantangan juga sekaligus dianggap sebagai peluang bagi sejumlah kampus besar seperti Universitas Negeri Yogyakarta.

Berkaca dari kondisi tersebut, Universitas Negeri Yogyakarta terus berupaya melakukan peningkatan kualitas pendidikan. Setelah beberapa waktu lalu membuka Program Profesi Insinyur, Fakultas Tehnik UNY tahun 2019 ini kemudian mempunyai inisiatif untuk membuka tiga Program Studi (Prodi) baru yang berlatar belakang teknik murni yaitu  Prodi Teknik Manufaktur, Prodi Teknologi Informasi dan Prodi Teknik Elektro.

Dekan Fakultas Teknik UNY Dr Widarto MPd mengungkapkan, kehadiran ketiga prodi tersebut diharapkan bisa menghasilkan lulusan yang kompeten dan profesional dalam bidang manufaktur, elektro dan informatika dimana ketiga aspek ini merupakan perwujudan sistem pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) Yakni sebuah model pembelajaran populer di tingkat dunia yang efektif dalam menerapkan Pembelajaran Tematik Integratif dengan menggabungkan empat bidang pokok dalam pendidikan.

“Pendekatan tersebut ditujukan untuk menciptakan sebuah sistem pembelajaran secara kohesif dan aktif karena keempat aspek dibutuhkan secara bersamaan untuk menyelesaikan masalah,” ujar Widarto kepada wartawan, Selasa (12/2/2019). 

Dijelaskan Widarto, Pendidikan STEM adalah pendekatan dalam pendidikan di mana Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika terintegrasi dengan proses pendidikan berfokus pada pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang nyata serta dalam kehidupan profesional. Pendidikan STEM menunjukkan kepada peserta didik bagaimana konsep, prinsip, teknik sains, teknologi, rekayasa dan matematika (STEM) digunakan secara terintegrasi untuk mengembangkan produk, proses, dan sistem yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. 

Sehubungan dengan hal tersebut, maka  pembukaan program studi baru ini merupakan gebrakan dari FT UNY untuk memenuhi kebutuhan sarjana teknik dan tenaga terampil di Indonesia. Sebab, berdasarkan data dari Kemenristekdikti, disebutkan bahwa Indonesia kekurangan lulusan sarjana teknik hingga 190.997. Minimnya insinyur serta pekerja trampil level menengah ke atas lainnya membuat pemerintah RI memberikan izin tenaga kerja asing di Indonesia.

Bila hal ini terus berlarut-larut dikhawatirkan bangsa ini akan menjadi tamu di rumah sendiri. Oleh karena itu, pembukaan prodi baru ini juga sebagai jawaban atas tingginya minat industri terhadap alumni-kami, bahkan meskipun berlatar belakang kependidikan sebagain besar lulusan FT UNY justru banyak yang berkarir di sektor industri dibandingankan yang bekerja sebagai guru professional. 

Jika Program Studi Ilmu  Murni ini nantinya  sudah berjalan, akan sangat memungkinkan bagi para mahasiswa dalam mengambil double degree, yakni kependidikan dan teknik murni. Dengan demikian tingkat serapan alumni FT UNY kepasar kerja juga menjadi lebih luas dibanding selama ini.  

"Data penelusuran alumni yang selama ini masuk kepada kami juga menunjukkan bahwa sebagian besar lulusan justru terserap di industri sehingga sangat layak tentunya bagi Fakultas Teknik  UNY untuk membuka prodi teknik murni ini,” pungkasnya. (*/Sulistyawan) 

 

 

 

 


share on: