DPUPKP Targetkan Rehab 226 RTLH di 17 Kecamatan

share on:
Kantor DPUPKP Sleman || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Melalui rekening bank, sebanyak 226 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di 17 kecamatan di wilayah Sleman mendapat bantuan rehabilitasi dari Pemkab setempat. Masing-masing pemilik RTLH itu memeroleh bantuan Rp 15 juta.

Bantuan yang berasal dari APBD itu telah diserahkan oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo beberapa hari lalu, disambut gembira warga. Diharapkan dana bantuan benar-benar digunakan untuk memperbaiki rumah.

Kasi Perumahan Swadaya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Sleman, Ir Suwarsono ST MT mengatakan, bantuan dana Rp 15 juta untuk masing-masing pemilik RTLH sebenarnya merupakan pancingan (stimulus) yang diujudkan dalam bentuk material bangunan. Sedangkan beaya untuk pekerjanya (tukang) menjadi beban penerima bantuan.

“Ini sangat postitip agar warga penerima bantuan tergerak untuk memperbaiki rumahnya menjadi rumah layak huni. Tapi memang ada beberapa warga yang terpaksa tidak menerima bantuan karena Rp 15 juta belum cukup untuk rehabilitasi rumahnya,” ujar Suwarsono kepada yogyapos.com, Senin (27/7/2020).

Dijelaskan, pengajuan bantuan dilakukan melalui mekanisme berdasarkan kriteria yang terstruktur dari tingkat desa. Data tersebut kemudian diverifikasi. “Sekali lagi, ini hanya stimulus untuk membangun kesiapan swadaya,” tukasnya.

Untuk tahun ini, ditargetkan 226 RTLH selesai. Sedangkan sisanya dilanjutkan tahun berikutnya. Dari angka tersebut rinciannya, Kecamatan Turi 39 unit, Kecamatan Tempel 30 unit, Kecamatan Sleman 22 unit, Kecamatan Sayegang 40 unit, Kecamatan Prambanan 25 unit, Kecamatan Pakem 17 unit, Kecamatan Ngemplak 5 unit, Kecamatan Ngaglik 3 unit, Moyudan 8 unit, Mlati 31 unit, Minggir 11 unit, Kalasan 20 unit, Gamping 6 unit, Depok 2 unit, Cangkringan 1 unit, Berbah 13 unit dan Godean 3 unit. (Agung Dwi Purwanto)

 


share on: