Direktur Sejarah Kemendikbud Segera Bikin Film Perjuangan Perempuan Pergerakan

share on:

Yogyapos.com (YOGYA) - Dari Ndalem Joyodipuran milik KRT Dipowinoto, perempuan bergerak di barisan depan perjuangan bangsa. Kiprah mereka memberikan spirit dan inspirasi pergerakan nasional. Dari tempat inilah kita akan membuat film tentang perjuangan kaum perempuan yang ditandai dengan Kongres Perempuan tanggal 22 Desember 1928.

Penegasan tersebut disampaikan Direktur Sejarah Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Triana Wulandari, saat membuka Peringatan 90 Tahun Kongres Perempuan Indonesia dan Pameran Lukisan Tokoh-tokoh Perempuan, di Ndalem Joyodipuro Yogyakarta, Sabtu (2212/2018).

Triana mengungkapkan, peran serta perempuan bagi perjuangan dan pembangunan bangsa tak boleh dilupakan. "Tempat ini menjadi saksi bisu bagaimana kaum perempuan ternyata mempunyai kesadaran kebangsaan yang tinggi. Berbagai elemen pergerakan di Yogyakarta,” tegasnya.

Terkait pameran lukisan, Triana menyebut upaya penguatan pendidikan karakter berbasis sejarah. Pelukis mengekspresikan dan memperkenalkan pelaku sejarah dengan berbagai cara, antara lain eksplorasi teknik Guthatamarin dalam media media kain sutra. "Ini akan memberikan ruang apresiasi dan kreatifitas anak bangsa" pesannya. Pameran menampilkan 36 karya tokoh perempuan Indonesia.

Sementara itu Ketua Umum PARFI Marcella Zalianty membacakan puisi Keumala Hayati karya Erros Jarot. Dalam pengantarnya, ia mengatakan Laksamana Kumala Hayati telah menunaikan tugas sejarah yang menginspirasi kita semua. "Kita tak bisa mengabaikan sejarah besar, tak bisa membiarkan sejarah terhapus karena enggan menengok masa lalu. Yang diperjuangkan Keumala bukan hanya kesetaraan perempuan, bukan hanya keadilan jender tetapi kemerdekaan,” tukasnya.

Lebih lanjut sutradara film yang produktif ini menandaskan, Keumala Hayati adalah perempuan laksamana pertama dalam sejarah. "Harga diri tanah air adalah harga dirinya sebagai perempuan. Dengan dzikir mengawal negeri, dengan takbir menjaga negara, dengan rencong menjaga kedaulatan bangsa dan negara ", tegas Marcella.

Peringatan 90 Tahun Kongres Perempuan yang diselenggarakan BPBN Yogyakarta ini dihadiri beragam elemen organisasi perempuan di Yogyakarta dan sekitarnya. (Udi)

 

 

 

 

 

 


share on: