Dari Silatnas LSBO: KH Ahmad Dahlan Ternyata Penggemar Biola

share on:
Foto bersama panitia dan peserta usai Silatnas di Yogyakarta, Sabtu (18/9/2021) || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Penyerahan lukisan sosok pendiri persyarikatan Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan yang sedang main biola karya seniman Bandrie asal Pasuruhan, menjadi pusat perhatian mewarnai Silaturahmi Nasional (Silatnas) Budayawan dan Seniman Muhammadiyah, di Alana Hotel Yogyakarta, Sabtu (18/9/2021).

Silatnas diinisiasi Lembaga Seni Budaya dan Olahraga Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LSBO PPM) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia ini berlangsung kondusif dengan mematuhi protokol kesehatan.

Salah satu poin penting acara tersebut ialah lahirnya harapan untuk mengangkat kembali LSBO sebagai majelis, bukan hanya lembaga. Agaknya ini menjadi warna dan semangat baru bagi Muhammadiyah yang selama ini dinilai kering terhadap aktivitas seni dan budaya.

Padahan, sebagaimana disampaikan Ketua LSBO, Sukriyanto AR, bahwa Muhammadiyah tidak anti kesenian, melainkan juga merupakan gerakan seni dan kebuadayaan.

“Muhammadiyah adalah gerakan seni dan gerakan kebudayaan,” tegas laki-laki yang juga putra KH AR Fachruddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 1968-1990.

Ia mengingatkan tentang bagaimana agama Islam dulunya dibawakan ke tanah air oleh para wali melalui jalur kebudayaan. Salah satunya dengan wayang. KH Ahmad Dahlan, pendiri persyarikatan, pun tidak anti terhadap seni dan budaya. Bahkan beliau dikenal mahir dan gemar memainkan beberapa alat musik, contohnya biola.

Sementara itu Wakil Walikota Yogya yang juga kader Muhammadiyah, Drs Heroe Purwadi MA dalam sambutannya menceritakan tentang seniman-seniman di kota budaya ini pada saat situasi corona harus bersusah payah memenuhi kebutuhan hidup. “Menariknya, mereka berusaha dengan cara kreatif saling mengapresiasi dan mendukung satu sama lain,” katanya.

Heroe melihat fenomena tersebut menjadi salah satu bukti betapa gotong royong merupakan solusi yang tidak bisa ditawar. Dan LSBO Muhammadiyah nyatanya juga ikut berempati dengan memberikan sumbangsing moril maupun materiil untuk keberlangsungan berkesenian mereka.

Silatnas ini diawali dengan sajian tampilan geguritan oleh R Bambang Nur Singgih SSn, mengenakan pakaian tradisional modern yang didisain secara khusus penampil. Nur Singih merupakan anggota LSBO PDM Kabupaten Sleman. Menyajikan donga pambuka melalui gurit dibacakan secara teaterikal.  Kegiatan silaturahim yang dibalut dengan diskusi bertema ‘Budaya Gotong Royong Menguatkan Seni di Tengah-tengah Masa Pageblug’ dimoderatori Akhir Lusono SSn MM.

Kusen PhD selaku Ketua Panitia, mengatakan kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai daerahdi antaranya Sumatera Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya.

Tampak diantare mereka Fauzan Amar SAg MM, Kyai Muhammad Izzul Muslimin SIP, Dr Eddy Sukardi MPd, Dr Arif Budi Raharjo MSi, Dr Nur Sahid MHum, Dr Junaidi SKar, Yusman, Jumaldi Alfi, Jumari dan juga Ki Ashad Kusumadjaya, Agus Amarullah, Heriyanto. (Als)

      


share on: