Butuh 'Keroyokan' Pembangunan dan Pengelolaan Destinasi Wisata di Bantul

share on:
Arif Haryanto SSi || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Pembangunan dan pengelolaan distinasi wisata di Kabupaten Bantul diharapkan dilakukan dengan sistem secara ‘keroyokan’ (terintegrasi)) antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara bersama-sama dan bukan berjalan sendiri-sendiri tanpa ada kesinambungan. Sehingga ada signifikansi yang jelas dan hasilnya bisa maksimal.

"Yang terjadi selama ini, terkesan bahwa sistem yang berlaku tanpa ada kesinambungan. Setiap OPD hanya berjalan sendiri-sendiri tanpa ada kebersamaannya. Hanya terkesan menghabiskan target anggaran tanpa ada tolok ukur hasil kenerja, sehingga hasilnya tidak maksimal,” ungkap Ketua Fraksi PKS DPRD Bantul yang juga anggota Komisi B, Arif Haryanto SSi, di Gedung DPRD Bantul, Rabu (24/6/2020).

Dijelaskan, untuk pemulihan perekonomian setelah terdampak pandemi Covid-19, sebenarnya Bantul mempunyai cukup banyak potensi untuk pengembangan destinasi wisata. Ini dibagi tiga zona; pertama zona pegunungan meliputi Kecamatan Imogiri, Piyungan, Dlingo dan Pajangan. Kedua zona dataran yang meliputi Kecamatan Bantul, Jetis, Banguntapan dan Sedaya. Ketiga zona pantai selatan (pesisir) yang mencakup Kecamatan Kretek, Sanden dan Srandakan.

Untuk yang perbukitan, satu diantaranya yang cocok untuk destanasi agrobisnis (kini pusat budiaya bawang merah) yaitu perbukitan Nawungan Wukirsari Imogiri. Ini apabila dikelola secara integritas antar OPD, diyakini akan menjadi distinasi wisata khusus agrobisnis yang mampu mendatangkan keuntungan bagi Bantul.

Sedangkan zona dataran, salah satu contohnya di Argomulyo Sedayu ada sebuah obyek agrobisnis yang dikembanngkan dengan konsep nuansa kekenian. Ini oleh para generasi muda Karang Taruna dikembangkan menjadi multi wisata (kuliner dan agrobisnis). Adapun zona pantai selatan, bisa untuk pegembangan perikanan dan pertanian yang dipandu secara baik dengan pariwisata.

"Untuk mewujudkan itu semua kuncinya adalah dengan cara keroyokan antar OPD. Misalnya oleh Dinas Pertanian dan perikanan menggarap pertanian dan perikanannya. Dinas pariwisata menggarap sektor wisata. Dinas perdagangan menggarap perdagagannya, dan DPU menyediakan infrastruktur yang diperlukanya. Selain itu kesiapan masyarakat juga harus ada dan diciptakan secara sungguh-sungguh oleh masyarakat itu sendiri bersama dengan pemerintah,” papar Arif yang komisinya juga membidangi pertanian dan pariwisata. 

Ia pun berharap kepada ekskutif (Bupati dan Wakil Bupati) Bantul periode 2020/2025 bisa merealisasikan konsep itu untuk memulihkan dan menguatkan perekonomian wilayah kerjanya yaitu Bantul. (Supardi)

 


share on: