Bupati Kustini Berharap Pengetahuan Budaya Lokal Berkelanjutan Antargenerasi

share on:
Pemberian penghargaan Anugerah Kebudayaan 2022 Kundha Kabudayan, di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Sabtu (26/11/2022) malam || YP-R Toto Sugiharto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman memberikan Penghargaan Anugerah Kebudayaan 2022 kepada 6 orang/organisasi/kelompok yang berkontribusi dalam bidang kebudayaan. Penghargaan tahunan itu sebagai upaya memberikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Sleman sebagai wujud kepedulian dan perhatian kepada masyarakat pelestari budaya.

Sesuai amanat Pasal 31 Peraturan Daerah Istimewa Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman, ditetapkan enam kategori penerima Anugerah Kebudayaan 2022, meliputi: Kategori Pelestari dan/atau Pelaku Adat Tradisi (Mbah Bregas); Kategori Pelestari dan/atau Pelaku Warisan Budaya dan Cagar Budaya (Polsek Berbah); Kategori Pelestari dan/atau Pelaku Seni (KRT Stefanus Prigel Siswanto); Kategori Kreator (M Budi Sarjono); Kategori Budayawan (Ir Suyata); dan Kategori Anak Berprestasi di Bidang Kebudayaan (Panggah Nowo Wibatsu).

Penghargaan Anugerah Kebudayaan diserahkan dalam acara Penghargaan Anugerah Kebudayaan 2022 yang digelar di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Sabtu (26/11/2022) pukul 19.30 WIB.

Pada kesempatan itu Bupati Kustini menyampaikan pentingnya regenerasi agar pengetahuan budaya lokal bisa berkelanjutan antargenerasi serta pentingnya upaya menggali potensi WBTb (Warisan Budaya Takbenda) dan Cagar Budaya sebagai aset yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Disamping itu juga ditekankan pentingnya memanfaatkan budaya untuk membangun karakter generasi muda,” ucap Kustini.

Dalam acara Penghargaan Anugerah Kebudayaan 2022, Hj Kustini Sri Purnomo juga menyerahkan Sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTb) kepada kelompok masyarakat kebudayaan pelestari budaya lokal Sleman.Penerbitan Sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dilaksanakan dengan Verifikasi dan Validasi dari Data Pokok Kebudayaan Yang Kemudian dilakukan Penilaian Oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Kelompok pelestari budaya lokal Sleman tersebut, meliputi Langen Toyo; Upacara Bersih Dusun Mbah Bregas; Trengganon; Upacara AdatTuk Si Bedug, dan Upacara Bathok Bolu.

Bupati Sleman juga mengukuhkan Keanggotaan Dewan Kebudayaan Kabupaten Sleman periode 2022 sd 2025 yang dibentuk berdasarkan Peraturan Bupati Sleman Nomor 17 tahun 2019 tentang Dewan Kebudayaan. Dewan Kebudayaan adalah lembaga yang diangkat oleh Bupati dengan tugas memberikan rekomendasi dan pertimbangan kepada Bupati dalam hal kebijakan pelindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan Kabupaten Sleman.

Keanggotaan Dewan Kebudayaan sebanyak tujuh orang, terdiri dari unsur pemerintah daerah sebanyak dua orang dan unsur masyarakat sebanyak lima orang. Unsur masyarakat berasal dari akademisi, seniman, dan budayawan; dan/atau tenaga ahli yang kompeten. Tujuh orang anggota Dewan Kebudayaan Kabupaten Sleman periode 2022 – 2025, yaitu Prof Dr KRT Suwarna Dwijonagoro MPd (Ketua), Drs Untung Waluya (Wakil Ketua), Arif Marwoto, SH MAP (Sekretaris), Esti Listyowati SE MM (Anggota), Dr Andreas Budi Widyanta SSos MA (Anggota), Dr Maria Tri Widayati SS MPd (Anggota) dan Dr Agung Suryahadi (Anggota).  (R Toto Sugiharto)

 


share on: