Bupati Bantul Tinjau Instalasi Pengolahan Air Permukaan Sungai Progo

share on:
Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih (kanan) saat meninjau Instalasi Pengolahan Air Permukaan Sungai Progo || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih, menyatakan atensinya mendorong rencana renovasi Instalasi Pengolahan Air Permukaan Sungai Progo yang ada di Kantor Unit Perumda Tirta Projotamansari/PDAM Pajangan bisa terealisasi.

“Menurut manajamen Perumda Tirta Projotamansari, Isntalasi ini sudah ada sejak lama. Tapi dalam beroperasi untuk menyedot dan memproses air Sungai Progo untuk dijadikan air yang siap konsumsi terganggu dan terkanda. Makanya kami atensi dan mendorong dilakkannya renovasi,” tegas Bupati Abdul Halim Muslih saat gowes santai bersama jajaran manajemen PDAM Bantul sekaligus meninjau kondisi Instalasi penyedotan air Sungai Progo, di Kantor PDAM Pajangan, Jumat (27/3/2021).

Kendala muncul, kata Halim, karena kedalaman Sungai Progo yang disedot menjadi berkurang. Penyebabnya akibat adanya pembagunan Dam Kamijoro. Sementara pipa penyedot air ini posisinulya berada di hilir (selatan) Dam Kamijoro. Kini instalasi ini hanya mampu mengolah dan menghasilkan air bersih (siap konsumsi) sejumlah12 hingga 15 liter per detik. Untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat (10.000) pelanggan harus direnovasi (diperbarui) agar kapasitas produksinya meningkat meniadi100 liter per detik.

“Agar renovasi itu bisa dilakukan adalah untuk memenuhi kebutuhan air kepada konsumen sekitar 10.000 pelanggan yang sekitar 60 persennya tergolong kurang mampu. Selain itu guna untuk pemenuhan air bersih untuk pabrik ataupun perusahaan di wilayahnya yaitu pajangan,” terang Abdul Halim. 

Sementara itu terkait gowes kali ini, Halim yang juga didampingi istrinya Hj Emi Masruroh SPd, menyatakan cukup senang karena bisa berolah raga, rekreasi sekaligus melihat kondisi dan permasalaham Instalasi ini.

Pada kesempatan sama, Direktur Perumda Tirta Projotamansari (PDAM) Bantul, Arinto Hendro Budiantoro, mengatakan renovasi Instalasi ini sangat diperlukan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu untuk memperoleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bantul di masa mendatang 

“Sekarang untuk memenuhi pelayanan kepada konsumen melalui Instalasi ini, PDAM Bantul terkendala. Ini memerlukan adanya langkah inovatif, kreatif dan positif,”  jelas Arinto.

Dikatakan, dengan cara dan sistem baru (renovasi) instalasi, biaya produksinya akan bisa ditekan relatif lebih ringan dan hasil serta volume produk air bersih siap konsumsi bisa berlipat.

Terkait hal ini, beberapa waktu lalu Komisi B DPRD Bantul yang juga membidangi BUMD telah sidak ke lokasi Instalasi ini. Komisi B pada prinsipnya memberikan motivasi dan perhatian terhadap rencana akan adanya renovasi Instalasi Penyedotan Air Sungai Progo Pajangan. (Supardi)

 


share on: