Yogyapos.com (BANTUL) – Menjelang peringatan Hari Jadi ke-194 Kabupaten Bantul, Bupati H Abdul Halim Muslih beserta Wabup Aris Suharyanta dan Sekda Agus Budhiraharjo melakukan silaturahmi kepada para bupati dan wakil bupati pendahulunya, Senin (30/6/2025).
Rombongan dibagi menjadi tiga yaitu tim 1 dipimpin H Abdul Halim Muslih, bertandang ke rumah kediaman H Suharsono. Tim 2 bersilaturahmi ke H Sumarno PRS di Bambanglipuro dan tim 3 ke kediamanH Idham Samawi dan Hj Ida Idham Samawi di Baciro Kota Yogyakarta.
BACA JUGA: Danang: Pemerintah Tak Bisa Bergerak Sendiri dalam Menanggulangi Kemiskinan
"Silaturahmi ini merupakan agenda rutin menjelang peringatan Hari Jadi Bantul. Kami menyampaikan undangan resmi kepada para mantan bupati untuk mengahadiri upacara peringatan Hari Jadi Bantul Ke-194 yang akan berlangsung pada 20 Juli 2025, di Lapangan Trirenggo,” kata Sekda Bantul Agus Budhiraharjo.
Hal penting lainya, untuk mendapatkan saran dan masukan dari para mantan Bupati demi kemajuan Kabupaten Bantul pada masa mendatang.
Sementara itu, H Idham Samawi menyampaikan bahwa memperingati Hari Jadi merupakan salah satu wujud dari "jasmerah" (jangan melupakan sejarah. Hal ini sebagaimana yang telah disampaikan oleh Presiden RI ke-1 Ir Soekarno yaitu jangan melupakan sejarah.
BACA JUGA: Danrem 072/Pmk Hadiri Doa Bersama Jelang HUT Bhayangkara di Mapolda
"Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa wajib dilakukan. Ini sudah dilakukan sejak dahulu kala yaitu saat itu menyatukan ratusan kerajaan di nusantara,” katanya.
Hingga kini persatuan dan kesatuan bangsa relatif masih dapat terjaga berkat Pancasila yang terbagi menjadi 5 Sila satu diantaranya Sila ke 3 yakni Persatuan Indonesia.
BACA JUGA: Peringatan Hari Lingkungan di Sleman Ditandai Pelepasan Burung
Maka salah satu tugas para pemimpin Bantul yaitu memajukan Bantul di masa datang dengan memegang teguh Pancasila. "Nilai-nilai Pancasila harus dijaga dan dilaksanakan di Bantul,” tandas Idham.
Berbagai agenda lain memperingati Hari Jadi ke-149 Bantul diantaranya pertandingan olahraga, kunjungan ke para mantan bupati/Wakilnya, zarah ke makam para mantan Bupati dankirab Budaya. (Spd)
