Bupati Bantul Masih Menutup Obyek Wisata Hingga 30 Juni 2020

share on:
Pantai Depok, salah satu obyek wisata yang cukup favorit di Bantul || YP-Mufti

Yogyapos.com (BANTUL) - Bupati Bantul, Drs H Suharsono, masih menutup sementara obyek wisata serta tempat rekreasi di Bantul untuk para wisatawan atau pengunjung hingga 30 Juni 2020. Kebijakan dikeluarkan mengingat saat ini pandemi di Bantul belum diputuskan berakhir sehingga pencegahan penularan Covid-19 di tempat tersebut tetap diberlakukan.

“Terhitung mula tanggal 1-30 Juni 2020, obyek wisata/tempat rekreasi tetap ditutup bagi seluruh wisatawan/pengunjung,” kata Bupati Suharsono, Minggu (31/5/2020) pagi.

Meskipun demikian, Bupati memerintahkan pada Perangkat Daerah, Pemerintah Desa, dan para pengelola seluruh obyek wisata agar melakukan langkah persiapan guna membuka kembali obyek wisata/tempat rekreasi sampai ada instruksi lebih lanjut. Hal itu ditegaskan melalui Surat Edaran Nomor 440/02418 tentang Persiapan Pelaksanaan Protokol Kesehatan di Obyek Wisata/Tempat Rekreasi Dalam Rangka Pencegahan Penularan Covid-19.

“Selama proses penutupan, pihak-pihak terkait supaya melakukan pembersihan lokasi obyek wisata/tempat rekreasi  bekerja sama dengan seluruh pelaku wisata di lokasi setempat,” perintah Bupati.

Bupati menyerukan, selain pembersihan supaya dilakukan pula penyemprotan disinfektan secara mandiri dan berkala setiap tiga hari sekali. Di samping itu, masker kain bagi seluruh karyawan dan pelaku wisata yang memberikan pelayanan wisata wajib disediakan. Begitu juga sarana prasarana menyangkut protokol kesehatan harus disiapkan di obyek wisata/tempat rekreasi.

“Sarana prasarana itu antara lain: alat pengukur suhu tubuh, tempat cuci tangan pakai sabun yang memadai, penataan pedagang dan seluruh pelaku wisata guna mewujudkan physical distancing (menjaga jarak serta membuat pengaturan shift pengunjung/wisatawan). Termasuk upaya lain guna mencegah penularan Covid-19 di lingkungan obyek wisata,” papar Bupati.

Bupati mengingatkan Perangkat Daerah, Pemerintah Desa, dan para pengelola seluruh obyek wisata/tempat rekreasi untuk menetapkan sekaligus memberlakukan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan wisatawan/pengunjung wisata yang mendukung pencegahan Covid-19. Hal ini mengacu pada sejumlah regulasi yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah dalam rangka mencegah penularan virus.

“Pembukaan kembali obyek wisata/tempat rekreasi dilaksanakan setelah ada regulasi penerapan protokol kesehatan untuk fasilitas publik yang akan tetapkan kemudian,” jelas Bupati Suharsono. (Muf)

 

 


share on: