Yogyapos.com (BANTUL) - Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih mengimbau setiap Kalurahan memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) guna mewujudkan program ‘Bantul Bebas Sampah di tahun 2025.
“Ketimbang kita tetap memanfaatkan TPST Sitimulyo Piyungan Bantul yang kondisinya sudah krodit dan tidak mampu memuat, maka cara yang lebih baik adalah setiap Kalurahan mempunyai TPST sendiri secepatnya,” tegas Halim saat memberikan pengarahan tentang percepatan penanganan sampah kepada para lurah, di pendapa rumah dinas Bupati Trirenggo, Rabu (25/1/2023).
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-melalui-rat-primkop-kartika-b01-pamungkas-mantabkan-program-baru--9515
Ia menambahkan, cara ini akan lebih efisien dari segi prosedural, biaya dan waktu dalam penanganan sampah. Biaya mengolah sampah di TPST Sitimulyo nantinya dimungkinkan diberlakukan tarif tertentu yang relatif mahal karena akan dilakukan sistem kerjasama dengan Badan Usaha. Pemkab juga harus mengeluarkan anggaran untuk TPST Sitimulyo dengan jumlah tinggi dan memberatkan.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-polisi-tangkap-residivis-pencuri-jam-mewah-berkat-sidik-jari-9514
Namun jika setiap kalurahan memiliki TPST dan masyarakat memilah sampah kemudian mengolahnya dengan bantuan pembiayaan dari Pemkab, tentu akan lebih irit, praktis dan tepat.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-melalui-rat-primkop-kartika-b01-pamungkas-mantabkan-program-baru--9515
“Bebas sampah tanggaung jawab pemerintah dan masyarakat. Namun jika kalurahan dapat melakukannya bersama masyarakat, maka hasilnya akan lebih baik. Bahkan harapannya kalurahan mampu mengolah sampah untuk barang jadi,” sambung Halim.
Sementara itu, berdasarkan data bahwa dari 75 Kalurahan di Bantul yang sudah memiliki TPST diantaranya Banguntapan, Potorono, Murtigading dan Panggungharjo. (Spd)
