BUPATI HASTO WARDOYO: Puncak Kleco Membentangkan Harapan Baru Wisata dan Budaya

share on:
Sambutan tertulis Bupati Kulonprogo dibacakan Ir Bambang Tri Budi dalam pembukaan Galeri Alam Puncak Kleco | Foto : Udi

Yogyapos.com (KULONPROGO) - Kehadiran Puncak Kleco membawa harapan bagi Kulonprogo karena menambah destinasi baru yang menjanjikan. Tradisi wiwit panen yang dikemas ini merupakan bentuk upaya menjaga kebersamaan kebersamaan dan kegotongroyongan yang ada di masyarakat.

Demikian Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Ir Bambang Tri Budi menyambut wiwit panen dan launching Galeri Alam Puncak Kleco, di area persawahan Duwet Purwoharjo Samigaluh Kulonprogo, Minggu (30/12/2018).

"Saya sangat mengapresiasi kepala desa, panitia, dan semua unsur yang terlibat dalam wiwitan panen ini. Harapan kita Puncak Kleco menjadi tambahan destinasi wisata Kulon Progo. Saya ikut merasa senang dan bangga atas keberhasilan petani menanam padi. Harus disyukuri bahwa Purwoharjo bisa panen mengingat daerah lain terkena bencana,” ujarnya.

Hasto Wardoyo lebih lanjut mengungkap, wiwit adalah tradisi nenek moyang dalam mensyukuri karunia Tuhan, sehingga harus dilestarikan.

Sementara itu menanggapi wiwit panen ini, Bambang Tri sempat meneliti bahwa satu malai yang dihasilkan petani Puncak Kleco memiliki lebih dari 200 bulir padi. "Ini bisa dijadikan tolok ukur produktifitas. Saya perkirakan padi yang dipanen bisa di atas 8 ton per ha. Ini luar biasa!" katanya penuh keyakinan.

Diungkapkan, prosesi wiwit mengikuti dinamika zaman. Dari peristiwa wiwit panen ini kita bisa saling tukar informasi dan pengalaman untuk meningkatkan keguyuban masyarakat, katanya.

"Bangun komitmen, motivasi bahwa Puncak Kleco punya potensi yang luar biasa. Dengan keterbatasan yang ada mari kita optimalkan segala daya yang kita miliki," kata Bambang.


Bambang Nursinggih bersama anggotanya dari Sekar Pangakwihan ikut meramaikan pembukaan Galeri Alam Puncak Kleco | Foto : Udi

Bambang menandaskan, kita tak boleh melupakan fungsi konservasi, edukasi, dan wisata, sehingga Puncak Kleco menjadi distinasi baru Kulon Progo dengan keunikan yang bisa lebih spesifik. Puncak Kleco mempunyai daya tarik dan daya saing tersendiri, imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Lis dari PT Jotun yang mendukung launching Galeri Alam Puncak Kleco menggaris bawahi bahwa Puncak Kleco telah membuka mindset masyarakat. Ternyata alam dan lingkungan apabila dikelola dengan benar akan menjadi destinasi wisata yang segar, indah, dan nyaman. "Pengelola dan warga harus merawat dan menjaga anugerah Tuhan yang indah ini. Jangan hanya pas pembukaan kelihatah bagus, tapi setelah waktu berlalu menjadi kumuh. PT Jotun siap mendukung penuh pengembangan Puncak Kleco,” pesannya.

Sedangkan Wahjudi Djaja selaku fasilitator independen Puncak Kleco, menjelaskan daya juang, kekompakan, dan semangat warga Duwet Purwoharjo Samigaluh Kulon Progo patut dijadikan teladan. "Hampir dua bulan mereka gotong royong mem-branding area persawahan diantara Selokan Kalibawang dan Kali Tinalah ini. Secara swadaya tua muda laki perempuan ambil bagian masing-masing,” katanya kepada yogyapos.com.

Ini modal sosial yang amat berharga untuk mengongsong agenda wisata Kulon Progo tahun 2019, sehingga acara wiwit panen dan launching galeri alam Puncak Kleco bisa berjalan sesuai rencana, tandas Dosen SV UGM ini sambil mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan mendukung acara wiwit panen dan launching galeri alam. (Udi)

 

 

 

 


share on: