Yogyapos.com (SLEMAN) - Bahasa adalah jembatan persatuan untuk menyampaikan gagasan, perasaan, dan mimpi, terlebih bagi anak-anak hebat berkebutuhan khusus di SLB C Wiyata Dharma 2 Sleman.
BACA JUGA: Sri Purnomo Pakai Rompi Oranye, Resmi Ditahan di Rutan Wirogunan
Pernyataan tersebut disampaikan Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sleman Wahyudi Kurniawan saat menghadiri puncak acara dan apresiasi Festival Bulan Bahasa, Rabu (29/10/2025).
"Bahasa menjadi ruang ekspresi untuk menunjukkan bahwa setiap anak punya potensi, bakat, dan cerita luar biasa yang pantas dihargai dan ditampilkan, khususnya di SLB C Wiyata Dharma 2 Sleman," ujar Wahyudi
BACA JUGA: NPSCORP AlihkanProgram Superkids & Superpos ke GSI Record dan Superkids Record
Menurutnya, Festival Bulan Bahasa menjadi bukti bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar konsep, tetapi komitmen nyata bahwa semua warga bangsa berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang. Menjadikan literasi sebagai kebiasaan yang menggembirakan.

"Kami di DPRD Kabupaten Sleman terus mendorong penguatan sarana dan layanan pendidikan khusus dan inklusif, agar sekolah seperti Wiyata Dharma 2 semakin mampu mendampingi tumbuh kembang peserta didik dengan optimal," jelasnya.
BACA JUGA: RVV Musik Istimewa Yogyakarta Perluas Aktivitas, Acara Syukuran Dihadiri Dandim Bantul
Pendidikan adalah hak segala bangsa, kita hadir untuk memberi fasilitas, memperjuangkan aspirasi-aspirasi program yang direncanakan.
"Apresiasi setinggi-tingginya, di tangan anda semua, tumbuh para generasi yang kuat, mandiri, dan berkarakter. Kepada orang tua, terima kasih atas ketulusan yang tidak pernah habis dalam mendampingi buah hati tercinta,"tuturnya.
Kepala Sekolah SLB C Wiyata Dharma 2 Sleman, Retno Wijiastuti mengatakan kegiatan Festival Bulan Bahasa diisi dengan berbagai kreatifitas menampilkan bakat terbaik para siswa. Mengusung tema "Aku Cinta Budayaku".
BACA JUGA: Pemkab Sleman Beri Penghargaan kepada Pemuda Inspiratif
"Ini menjadi ajang perayaan dan pembelajaran berbasis bahasa, budaya, dan seni. Seluruh guru dan siswa mengenakan pakaian adat di Indonesia," kata Retno.
Pengawas Sekolah Berkebutuhan Khusus Dinas Dikpora DIY, Wiji Suparno menyampaikan apresiasi, pihaknya berharap seluruh stakeholder dapat terus mendukung seluruh kegiatan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
BACA JUGA: Warga Canden Antusias Ikuti Kirab Budaya Merti Dusun
Dalam puncak acara, para siswa unjuk kebolehan tampil dengan busana adat, mereka tampil di atas panggung. Ada pula yang tampil memainkan alat kesenian angklung. Turut hadir dalam acara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Mustadi dan sejumlah tamu undangan.(Opo)
