Budiati dan Gina Pamerkan Lukisan Benang di Museum Tino Sidin

share on:
Kadis PPPA Erlina Hidayati (kiri) saat menyaksikan lukisan benang, di Museum Tino Sidin, Rabu (25/11/2020) || YP-Fadholy

Yogyapos.com (BANTUL) - Menandai 95 tahun maestro Tino Sidin, Museum Taman Tino Sidin menyelenggarakan pameran lukisan benang karya Budiati Sidin dan Gina Lubis bertajuk ‘Simpul Hati dalam Estetika Benang dan Warna’, 25 November-31 Desember 2020.

Budiati dan Gina adalah perupa yang tetap produktif dimasa pandemi. Apalagi aliran yang digeluti tidak lazim, membuat lukisan yang berasal dari benang wool. Keduanya memiliki kekhasan dalam pemilihan tema lukisan, teknik dan permainan warna benang.

Ditemui disela acara, Budiati mengaku sengaja memilih tema yang simpel. Seperti flora fauna, kehidupan petani dan nelayan. “Kain yang saya gunakan kain blaco. Untuk pengerjaan satu karya bisa 3 bulan. Tergantung mood juga. Setiap mau berkarya saya menentukan tema terlebih dulu, tanpa sketsa. Lalu dituangkan pada tisikan benang wool dengan warna-warna yang smooth,” kata Budiati di Museum Taman Tino Sidin, Kadipiro Bantul, Rabu (25/11/2020) sore.

Lanjut Budiati, bakat ini menurun dari ayahnya dan kini berproses kreatif dengan lukisan benang. “Setiap bapak melukis saya selalu mengamati. Saya transfer ilmu dari bapak untuk kemudian saya representasikan ke lukisan benang menjdai karya yang estetik. Saya tekuni teknik ini sejak 90-an,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Gina Lubis. Darah seninya berasal dari sang ayah, Batara Lubis yang seorang perupa. Menurut Gina, melukis dengan benang itu mengasyikkan. Bahkan ada kolektor yang hendak membeli, tapi enggan dilepas.

“Saya sangat menikmati setiap prosesnya. Mulai dari membubuhkan sketsa hingga tisikan benang wool yang variatif. Mayoritas tema lukisan saya adalah human interest, kehidupan sehari-sehari, suasana pasar, pedagang jamu gendong. Ada juga sketsa milik ayah yang saya teruskan. Saya dan mbak Budiati mencoba mencari alternatif ekspresi kreatif yang disusun sebagai representasi dari keindahan sebuah objek,” ujar Gina.

Pameran ini dibuka oleh Erlina Hidayati selaku Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) DIY. Nampak juga hadir perupa kondang Nasirun, pematung Yusman.

Kepala Museum Taman Tino Sidin, Panca Takariyati mengatakan, pada perayaan 95 tahun Tino Sidin ini pihaknya sangat mengapresiasi langkah dari Google yang meluncurkan Google Doodle Tino Sidin.

“Ini merupakan kado yang sangat spesial. Dengan Google Doodle ini kami berharap generasi milenial bisa mengetahui sosok Tino Sidin sebagai pejuang dan pelukis. 25 November ini bertepatan dengan Hari Guru. Dan bapak adalah guru menggambar yang selalu mengatakan ‘bagus’ kepada anak didiknya terhadap hasil gambarannya,” tandas Titik Sidin. (Fadholy)

 

 


share on: