Yogyapos.com (BANYUWANGI) - Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur dikenal dengan julukan ‘The Sunrise of Java’. Selain itu kabupaten terletak di ujung paling timur Pulau Jawa ini menyimpan sejumlah potensi wisata dengan panorama alam indah yang recomended untuk dikunjungi.
Hal tersebut dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi Ir Mujiono MSi di Kantor Bupati Banyuwangi ketika menerima rombongan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bersama 25 jurnalis, Selasa (2/6/2024).
BACA JUGA: Mengurai Rindu pada Rasulullah di Taman Surga
Rombongan Pemkab Sleman dipimpin oleh Asisten Bidang Administrasi Umum (Assek III), Eka Suryo Prihantoro SSi MKom didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Assek II), R Haris Martapa SE MT, Kepala Dinas Pariwisata Ishadi Zayid SH, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, serta Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Drs. Rasyid Ratnadi Sosiawan MSi. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan studi banding terkait pengembangan pariwisata dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sekda Banyuwangi, Mujiono (tengah) didampingi Asisten Bidang Administrasi Umum (Assek III), Eka Suryo Prihantoro SSi MKom (kiri) dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Assek II), R Haris Martapa SE MT || YP-Eko Purwono
“Kami dikenal dengan julukan 'The Sunrise of Java' yang menginspirasi kami untuk bekerja lebih awal dan lebih cepat dibandingkan kabupaten lain,” ujar Mujiono.
BACA JUGA: Pebulutangkis Cina Zhang Zhi Jie Tewas di Yogya, Penyebabnya Masih Diselidiki
Selain itu, Pemkab Banyuwangi juga telah meluncurkan program Bungadesa, di mana Bupati bekerja dan memberikan pelayanan langsung di desa-desa untuk memeriksa kondisi pendidikan, perekonomian, kesehatan, perkebunan dan lainnya yang tersebar di wilayah yang memiliki luas 3.900 km persegi dan populasi penduduk 1,7 juta jiwa, wilayahnya dikelilingi oleh pegunungan dan hutan di sebelah barat, melalui laut ke timur dan selatan.
“Kami memiliki Gunung Ijen, garis pantai sepanjang 175 km, hutan utara dan barat, serta perkebunan kopi dan cokelat PTPN XI dan XII. Kebudayaan kami yang khas termasuk tarian Gandrung dan kuliner seperti rujak soto dan nasi tempong,” bebernya.
Kemasan wisata ecotourism dan sporttourism di Banyuwangi menjadikan Banyuwangi makin menarik untuk dikunjungi, diantaranya memiliki 79 event dalam Banyuwangi Festival yang berlangsung dari Januari hingga Desember 2024.
BACA JUGA: BNI Perkenalkan Aplikasi DigiRemit di Jepang
“Setiap tempat adalah destinasi, dan setiap kegiatan adalah atraksi,” jelasnya.
Banyuwangi juga fokus pada peningkatan infrastruktur dan teknologi informasi untuk mendukung pariwisata dan UMKM.
“Kami menargetkan wisatawan untuk menginap selama 3 hari 2 malam, yang akan memberikan dampak positif bagi UMKM,” sebut dia.
Ada program pendampingan, pelatihan, dan bahkan subsidi ongkir gratis untuk produk UMKM bekerja sama dengan Kantor Pos Indonesia, biaya pengiriman ditanggung Pemkab.
“Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua kabupaten dalam mengembangkan sektor pariwisata dan UMKM, serta memperkuat kerja sama antar daerah,” harapnya.
BACA JUGA: JCW Tagih Janji Polresta Sleman Tuntaskan Kasus Dugaan Pungli Oknum Lapas Cebongan
Sedangkan Eka Suryo menyampaikan pesan dari Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, yang menekankan pentingnya sektor pariwisata bagi Sleman.
“Pariwisata menyumbang 30 persen atau sekitar Rp 353 miliar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sleman tahun 2023 lalu,” kata Eka.
Saat ini di Sleman telah terbentuk 80 desa wisata yang terdiri dari 12 desa wisata berstatus mandiri, 17 desa wisata berstatus maju dan 18 desa wisata dengan status berkembang sedangkan 33 desa wisata lain berstatus rintisan.
“Destinasi wisata Sleman sebanyak 54 obyek wisata dan 142 hotel berbintang. Selain itu, terdapat 109.000 UMKM di Sleman,” sambungnya. (Opo)
