Yogyapos.com (BANTUL) - Liburan Idulfitri senantiasa menjadi momentum baik bagi pelaku wisata, khususnya di wilayah Kabupaten Bantul. Sebab pada kesempatan itulah hampir semua obyek wisata dikunjungi oleh lebih banyak masyarakat dibanding saat hari-hari biasa.
Dengan kata lain, momentum Idulfitri juga merupakan harapan segar datangnya rezeki yang lebih baik dibanding hari-hari biasa. Para wisatawan tentu akan merogoh koceknya demi memeroleh kegembiraan di obyek wiata.
BACA JUGA: Polisi Sita 30 Kilogram Obat Mercon dan Mengamankan Tiga Orang Pemiliknya
Lantas berapa rata-rata wisatawan mengeluarkan uangnya untuk memenuhi kebutuhan tersebut? Plt Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, memprediksi besar uang belanja para wisatawan di Bantul pada Lebaran 1445 diperkirakan sebesar Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per orang.
“Besaran belanja itu diasumsikan berdasarkan pengalaman yang sudah terjadi pada lebaran beberapa tahun terakhir,” kata Kwintarto kepada yogyapos.com, Kamis (28/3/2024).
Kisaran uang belanja sebsar itu karena mereka hanya membeli asisoris, makan dan minum saat di Bantul. Selebihnya para wisatawan justru membelanjakan uangnya di tempat lain termasuk di Kota Yogyakarta, Sleman dan Gunungkidul.
BACA JUGA: Kapolda Jateng Pimpin Rakor Lintas Sektoral Pengamanan Idul Fitri, Dihadiri Pangdam dan Danrem
“Terkait hal itulah, kami berupaya keras agar kisaran jumlah belanja wisatawan di Bantul dapat meningkat. Diantaranya mengajak kepada para pelaku jasa pariwisata agar lebih bersikap simpatik dan kreatif dalam menarik minat wisatawan,” katanya.
Dijelaskan, untuk memberikan layanan dengan baik maka selama libur Lebaran 11 hingga 14 April 2024, Dispar Bantul menerjunkan 104 orang petugasnya.
“Yang di TPR Samas 19 orang. TPR Goa Cemara 8 personel. Kuwaru 9 personil. TPR Pandansimo 8 personel. Gua Selarong 6 orang dan Goa Cerme 6 orang,” katanya.
BACA JUGA: Tradisi Wiwitan Massal Jelang Panen Raya di Moyudan Dihadiri Wabup
Dengan pelayanan yang baik dan simpatik, diharapkan para wisatawan akan merasa nyaman. Sehingga mereka akan lebih lama dalam menikmati panorama alam maupun kuliner dan ragam asesoris di lokasi wisata. “Dan karena krasan, maka mereka bisa lebih banyak lagi mengeluarkan uangnya untuk belanja asesoris dan kuliner,” tandas Kwintarto.
Disisi lain, Kwintarto juga mengimbau keselamatan perjalanan para wisatawan yang menggunakan bus besar terutama saat menuju arah Kawasan Mangunan. “Ingat, dilarang naik melalui Imogiri. Arus keluar dari Parangtritis disarankan melalui Jembatan Kretek 2. Dan wisatawan dilarang mandi di laut,” pungkasnya. (Spd/Met)
