Yogyapos.com (YOGYA) - Setelah sekian lama tidak tampil di Malioboro karena pandemi Covid-19, Angklung Rajawali Yogyakarta bersiap-siap kembali untuk ditampilkan di Teras II Malioboro, Yogyakarta.
Tampilnya grup-grup angklung di Malioboro nanti harus mengikuti aturan baru, yakni harus melewati proses kurasi oleh pihak yang berkompeten. Persiapan latihan untuk kurasi itu, kemarin sore (2/3/23), dilakukan oleh Angklung Rajawali di markasnya, di Kampung Surokarsan, Mergangsan Yogyakarta. Dalam Latihan ini, Angklung Rajawali memadukan alat musik angklung dengan alat musik gamelan (saron).
Latihan 2
“Untuk tampil kembali di Malioboro temen-temen musisi jalanan, khususnya angklung yang akan kami tempatkan di Teras II, akan dilakukan kurasi terlebih dahulu,” ujar Kepala UPT Pengelolaan Cagar Budaya Yogyakarta, Drs Ekwanto, AMd kepada yogyapos.com di kantornya, belum lama ini. Dikatakannya, kurasi yang sedianya akan dilakukan hari ini, Jumat sore (4/3), bertempat di Kinnara Recording Studio, Pogung Kidul, Mlati, Sleman, Yogyakarta.
Sementara dalam latihan terakhir kemarin sore yogyapos.com berkesempatan diundang memantau proses latihan dari awal hingga akhir. Para musisi Angklung Rajawali tampak bersemangat berlatih. Sejumlah judul lagu digarap dalam versi mereka diantaranya: musik opening yang dilanjutkan dengan lagu Gambang Suling, Sotya, Prahu Layar dan sejumlah lagu daerah lainya.
Latihan 3
“Latihan selama 3 jam lebih sore ini, kami anggap sebagai gladi bersih (GR),” ujar Suparyanti, Ketua Kelompok Angklung Rajawali dan dikatakan dengan ditambahkannya saron pada latihan ini, garapan musik ini menjadi lebih berwarna, kaya akan estetika musik, lebih gayeng dan lebih bervitamin sebagai hiburan mata dan telinga.
Menurut Mbak Yanti, sapaan akrab teman-teman musisi jalanan, Angklung Rajawali mulai performance di Malioboro, mulai tahun 2012 lalu. Group Angklung ini beberapa kali melakukan pembenahan organisasi. Formasi organisasi yang sekarang: Pelindung Angklung Rajawali adalah Drs Brotoseno MSi, Pembina Ki Sigit Sugito, Ketua Suparyanti, Sekretaris Sarwanto H Swarso, Bendara Virtus, serta dibantu oleh sejumlah seksi yang dikoordinatori oleh Susan Marmaya.
Latihan 4
“Bismillahirrahmanirrahim, Angklung Rajawali harus bersemangat,” tulis Ndan BS, sapaan akrab Komandan SAR DIY, Brotoseno MSi, lewat pesan WhatsApp, kemarin sore, menyemangati teman-teman musisi Angklung Rajawali untuk mengikuti kurasi.
Menurut Mbak Yanti, selama performance di Malioboro menghibur wisatawan mancanegara dan domestik, Angklung Rajawali memiliki banyak penggemar. Di platform Youtube, salah satu video performancenya bisa tembus hingga 20 juta lebih penonton. Channel Youtube yang mengupload angklung ini memiliki hampir 600 ribu subscriber. Ada 10 ribu lebih performance Angklung Rajawali yang diupload di Youtube dengan mencantumkan nama Malioboro Jogja dan beberapa videonya direaction oleh Youtuber dari Amerika, India, Timur Tengah, Nigeria dan dari beberapa negara lainnya.
“Prinsipnya kami senang bisa bekerjasama dengan para konten creator dan penggiat Sosmed. Dengan kerjasaama yang baik ini, kami berharap bisa ikut mempublikasikan wisata Yogya, khususnya Malioboro. Nah, angklung ini ternyata sudah menjadi ikon Malioboro. Semoga jejak digital performance Angklung Rajawali bisa membantu pemerintah dalam upaya mensukseskan wisata Yogya,” ujarnya dengan serius.
Latihan 5
Seperti diketahui, beberapa personil Angklung Rajawali memang memiliki bakat berkesenian. Mereka menggeluti dunia musik dengan sungguh-sungguh. Mereka tidak hanya piawai memainkan alat musik angklung, namun juga bisa memainkan alat musik yang lain dan bahkan beberapa dari mereka punya bakat menari dan juga pemain jatilan.
Dengan bakat itulah, tak ayal sejumlah prestasi ditorehkan oleh Angklung Rajawali, diantaranya: Juara I Lomba Angklung di DIY yang diselenggarakan oleh TMMD (TNI Manunggul Membangun Desa) Kodim Kota Jogja tahun 2018, Juara II Lomba yang selenggarakan Polda DIY tahun 2017, Juara II lomba yang diselenggarakan UIN Yogyakarta tahun 2017, serta sejumlah lomba lainnya. Angklung Rajawali juga sudah berkeliling Indonesia, diundang untuk menghibur di berbagai acara. (Sarwanto H Swarso)
