Yogyapos.com (KULONPROGO) – Masih dalam suasana Idul Fitri 1445 H, masih banyak pula elemen masyarakat yang memanfaatkannya untuk mengadakan acara Halal bi Halal atau Syawalan, yang intinya untuk saling bertemu silaturahmi dengan ragam kemasan.
Seperti halnya dilakukan oleh Ikatan Keluarga Alumni SMA Muhammadiyah 3 (IKA Muga) Angkatan 1986 Yogyakarta. Setelah 36 tahun nyaris berpencar, mereka bertemu melepas rindu melalui Halal bi Halal dengan kemasan yang tidak formil, di Restoran Dadap Sumilir, Nanggulan, Kulonprogo, Daerah istimew Yogyakarta, Sabtu (11/5/2024).
BACA JUGA: Soliditas Peradi Yogya Kian Rekat, Halal bi Halal Idul Fitri 1445 H Dihadiri Ratusan Anggota
Ketua IKA Muga Yogya, H Zamzam Wathoni SH mengaku merasakan terobati rasa kangennya dengan kawan-kawan semasa remaja di acara tersebut. Walau tentu tidak lengkap lantaran ada yang berhalangan, bahkan sudah ada yang meninggal dunia. “Namun saya merasakan gembira dan bersyukur bisa bertemua dengan teman-teman, saling memaafkan menghapus dosa sesama anak Adam,” ucap Zamzam yang kini terbilang Advokat profesional dan populer di Yogyakarta.
Suasana Halal bi Halal bagai sebuah reuni. Kegembiraan mewarnai puluhan alumni SMA Muga Angkatan 1986 itu. Sebagian diantaranya datang dari Jakarta, Bandung, Cilacap, Kebumen, Purwokerto, Solo, Surabaya dan Kulonprogo selaku tuan rumah.
BACA JUGA: DLH Bantul Kerahkan Petugas Bersihkan Gundukan Sampah di Pinggir Jalan Nawungan
Bahkan canda-canda bermunculan dan mengingatkan tingkah polah yang pas saat mereka sama-sama remaja dulu. Ada kenangan lucu, kenakalan, kisah pemberani, asmara, dan seterusnya.
Semua peserta yang hadir sangat menyadari dan memahami arti penting silaturrahmi yaitu menyambung tali persaudaraan yang selama ini berserak. “Kami semua berharap dengan Halal bi Halal hati menjadi bersih tergerak untuk saling maaf memaafkan. Kedepan tali persaudaraan semakin erat, ukhuwah islamiyah semakin terlihat, rezeki berlipat dan didayagunakan untuk kepentingan ummat, selamat dunia akherat,” tukas Zamzam.
Dan sesuai pilihan tempat Halal bi Halal, mereka kemudian melanjutkan cengekrama outdoor. Menikmati panorama perbukitan Manoreh yang membentang hijau kelabu dengan semilir anginnya menyejukan tubuh dan jiwa.
Sesi lain? Tentu ada, yakni foto bersama dan saling selfie dengan berbagai gaya masing-masing.
Semua sesi foto itu, ujar Zamzam, ibarat rumbai-rumbai. Namun yang pokok adalah baju, yang terbuat dari tenun dan jahitan persaudaraan. “Jika diberkahi usia panjang dan kesehatan, maka acara yang sama akan berulang tahun depan. Insya Allah,” pungkasnya. (Met)
