Yogyapos.com (SLEMAN) - Pembukaan aliran Selokan Mataram akan dilakukan sebelum 1 November 2023, sejauh ini masih menunggu uji kualitas perbaikan kerusakan yang dilakukan PT Adhi Karya (Persero). Titik kerusakan berada di wilayah Padukuhan Kadipiro Margodadi Sayegan.
Ketua Tim Pelaksanaan Urusan Hukum dan Komunikasi Publik Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Sukirman mengatakan pembukaan aliran Selokan Mataram akan dilakukan setelah ada koordinasi dan peninjauan bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWSSO dengan pihak kontraktor PT Adhi Karya.
BACA JUGA: Gubernur DIY: Jaga Ketahanan Komoditas Pangan Perkuat Infrastruktur dan Rantai Pasok Distribusi
“Harus diuji kualitas perbaikan dari OP BBWSSO dengan pihak proyek jalan tol, jika dipastikan sudah kuat maka dimungkinkan (saluran) dibuka sebelum tanggal 1 November, kita lihat sesuai hasil tinjauan,” kata Sukirman kepada wartawan di kantornya, Selasa (24/10/2023).
Deputy Project Director PT Adhi Karya (Persero) Brian Krisna Yanrizky mengatakan selaku kontaktor pelaksana proyek Jalan Tol Jogja-Bawen Seksi 1 Ruas Yogyakarta-SS Banyurejo telah melakukan perbaikan akibat kerusakan atau jebolnya lantai Selokan Mataram.
“Setelah lantai jebol, langsung kami perbaiki dengan cara dicor. Dan pengerjaannya sudah selesai dilaksanakan,” kata Brian.
Terkait imbas insiden meluapnya saluran Mataram, PT Adhi Karya telah memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak luapan air dari Selokan Mataram. Hal itu sebagai tanggungjawab sosial terhadap masyarakat yang terimbas secara langsung.
BACA JUGA: Festival Anak Lereng Merapi Diikuti 600 Peserta, Dihiasi Wajah-wajah Ceria
“Kami sudah memberikan kompensasi kepada warga, khususnya pemilik kolam yang terdampak lantai Selokan Mataram yang jebol, sudah kita selesaikan pada malam hari setelah kejadian,” terangnya.
Sementara itu, pemrakarsa proyek Jalan Tol Jogja-Bawen PT Jasamarga Joga Bawen (PT JJB) mengklaim telah melakukan penanganan cepat atas jebolnya lantai dan dinding Saluran Mataram yang berlokasi di pekerjaan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 1 Ruas Yogyakarta-SS Banyurejo.
BACA JUGA: Tiga Ekor Kambing Digondol Maling
Direktur Utama PT JJB, A.J. Dwi Winarsa menjelaskan dalam proses penanganan, PT JJB telah berkoordinasi BBWSSO, tim Bupati Sleman, Kapanewon Seyegan, Kalurahan, Dukuh, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Distan) Sleman, Kepolisian, TNI serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman.
“Hingga Senin (23/10) sudah dilakukan pengecoran dinding. Selain itu, PT JJB juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani dampak sosial yang terjadi,” sebut Dwi.
BACA JUGA: KPU RI: Prabowo-Gibran Sesuai PKPU Nomor 19 Tahun 2023
Dwi menandaskan, PT JJB berupaya menangani dampak yang ditimbulkan agar dapat dilokalisir dan tidak semakin meluas. Pihaknya bersama BBWSSO mengindikasi terdapat retakan di dasar saluran yang tidak terdeteksi yang menyebabkan kebocoran tanggul saluran selanjutnya telah ditindaklanjuti dengan perbaikan konstruksi daerah tersebut dan area terdampak.
BACA JUGA: Daun Kopi untuk Kendalikan Pembusukan Akar Cabai, Ini Penjelasannya
“Kami juga telah melakukan beberapa langkah penanggulangan secara cepat, di antaranya yaitu dewatering dan sodetan air, penanganan kerusakan, serta penanganan dampak sosial. Pemasangan pagar proyek juga telah dilakukan untuk mengamankan area terdampak serta dilengkapi dengan penerangan serta aksesnya,” imbuh dia.
PT JJB memastikan perencanaan teknik dan pelaksanaan konstruksi telah dilakukan sesuai standar yang ditetapkan dan akan mengantisipasi dampak yang ditimbulkan oleh konstruksi dengan memberikan respon cepat dan melakukan langkah penanggulangan.
BACA JUGA: Bawa Gagasan Perubahan, Anies Baswedan-Muhamin Iskandar Resmi Mendaftar ke KPU
“PT JJB juga berkomitmen untuk mencapai target yang sudah ditetapkan dengan seoptimal mungkin dengan tetap mengendalikan aktivitas konstruksi jalan tol secara bertahap,” jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, bagian lantai Selokan Mataram ambles pada pada Minggu (22/10/2023) sekira pukul 03.00 WIB. Kejadian ini berdampak pada aliran air yang membanjiri lahan, kolam peternakan ikan hingga masuk ke salah satu rumah warga. (Opo)
