Yogyapos.com (SLEMAN) - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menghadiri kegiatan penguatan kapasitas pengelolaan air limbah domestik Kabupaten Sleman, di Lor Kreteg Resto, Sardonoharjo, Ngaglik Sleman, Rabu (18/10). Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman ini rutin diadakan setiap tahun.
BACA JUGA: Mahasiswa UNY Ajarkan Aplikasi Ketikpintar di SMPN 4 Panggang Gunungkidul
Seksi Kengelolaan Air Limbah DLH Sleman, Tohari, menjelaskan kegiatan ini diikuti oleh 65 ketua KPP (Kelompok Pengelola dan Pemanfaat) IPAL komunal dari wilayah Sleman timur-utara, diantaranya Sleman, Turi, Tempel, Ngemplak, Cangkringan, Ngaglik, Kalasan, dan Prambanan. Dalam acara ini juga disampaikan materi oleh narasumber dari Aksansi (Asosiasi Kelompok Swadaya Masyarakat) Sanimas (Sanitasi Masyarakat) seluruh Indonesia.
Peserta pelatihan || YP-Ist
Kustini menyatakan mendukung penuh kegiatan penguatan kapasitas yang digagas DLH Sleman ini. Menurutnya pengelolaan air limbah domestik penting dilakukan dengan baik dan benar guna menghindari berbagai potensi penyakit yang ditimbulkan.
BACA JUGA: Prof Esti Ismawati: Penguatan Nasionalisme Lewat Buku Sastra Pariwisata, Rempah dan Maritim
“Salah satunya bisa menyebabkan stunting. Karena bakteri dari limbah air yang tidak dikelola dengan baik bisa mencemari sumber air di sekitarnya yang digunakan untuk air minum,” ucapnya.
BACA JUGA: Tim Advokasi Peduli Hukum Indonesia akan Melaporkan Hakim MK ke Dewan Etik
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada KPP. Sebab, menurutnya upaya pengelolaan air limbah ini tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, namun harus ada peran aktif dari kelompok masyarakat.
“Silahkan nanti kalau panjenengan punya kebutuhan apa disampaikan saja, nanti kita koordinasikan. Karena tanpa peran dan bantuan panjenengan semua, kita tidak bisa mengelola limbah domestik secara menyeluruh,” kata Kustini. (*/Agn)
