Agustus, Pemkab Sleman Targetkan Uji Swab Massal Tembus 5.000 Orang

share on:
Kepala Dinkes Sleman (kanan), Joko Hastaryo saat memberikan keterangan pers || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Sampai jelang penghujung Juli ini, Pemkab Sleman berhasil melakukan uji swab massal terhadap 2.000 orang. Pencapaian ini cukup signifikan dari target 5.000 orang yang akan diselesaikannya pada Agustus 2020.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo, di Media Center Covid-19 Sleman, Senin (27/7/2020). Ia mengatakan sebenarnya uji massal swab Covid-19 ditargetkan selesai bulan  Juli 2020. Namun karena saat ini laboratorium  uji swab di DIY  sudah penuh semua bahkan overload, sehingga terjadi kemunduran hingga Agusus 2020. 

“Awalnya ditargetkan 1000 orang uji swab per minggu, namun dengan kondisi tersebut, diturunkan menjadi 500 orang per minggu. Sehingga ditargetkan baru selesai selama enam minggu,” terang Joko.

Djelaskan, uji swab massal akan menyasar di tempat-tempat yang berpotensi terpapar Covid-19. Diantaranya lingkungan pondok pesantren, layanan publik pemerintah, dan tempat-tempat yang banyak berkerumuh massa, seperti obyek pariwisata, olaharaga, mall, pasar dan terminal serta orang yang melakukan perjalanan dari luar kota mandiri. 

“Untuk ponpes pada tahap awal akan dilaksanakan di tiga titik, yaitu Sleman Timur, Tengah dan Barat. Di antaranya di Ponpes Sunan Pandanaran, Ngaglik, Rabu (29/7/2020). Untuk ponpes ini diprioritaskan bagi ustad dan pengasuh, khususnya yang berasal dari luar Sleman,” paparnya.

Kabid Penanggualan Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sleman Novita Krinaeni menambahkan jumlah ustad dan pengasuh ponpes Di Sleman rata-rata ada 300 orang. Namun uji swab ini hanya akan melakukan secara sampling, yaitu sebanyak 100 orang. Khususnya mereka dari luar yang baru datang Sleman. (*/Agung DP)

 


share on: