ROYAL Brongto semakin meneguhkan keberadaannya sebagai hotel di wilayah kota Yogyakarta yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian budaya. Bukan saja pada corak arsitektur dan interior bangunannya saja, tetapi juga membuka peluang aktivitas bagi masyarakat terkait dengan kegiatan budaya warisan nenek moyang.
Diantara peluang kegiatan tersebut diantaranya karawitan, tari-tarian dan terkini adalah jemparing dengan bendera paguyuban Jemparingan Royal Brongto yang diasuh oleh Dwi Putro Utomo.
Pembukaan Jemparingan Royal Brongto ditandai tumpengan
“Kami dirikan aktivitas Jemparing sesuai dawuh manajemen hotel agar kian kental nuansa Jawa di sini. Karena manajemen hotel memang memiliki kepedulian melestarikan budaya Jawa,’ kata Dwi, Minggu (1/1/2023).
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-nikmati-suasana-bohemian-di-djiwa-cafe--resto-9320
Dwi mengungkapkan, Jemparingan Royal Brongto memiliki anggota yang lumayan banyak. Sudah sejak lama melakukan aktvitas berlatih dan lomba di luar.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-partai-ummat-lolos-verifikasi-berhak-ikut-pemilu-2024-9318
Sejak penghujung 2022 aktivitas dilakukan setiap hari di dalam hotel. Meski memiliki anggota tetap, namun keberadaannya sekarang mempesilahkan siapa pun untuk ikut berlatih. Termasuk tamu-tamu hotel dapat bermain jemparingan.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-musibah-tak-halangi-watie-respati-melukis-9316
“Kami melakukan aktivitas di dalam hotel ini setiap hari. Tersedia lengkap peralatannya,” tandas Dwi yang dibenarkan Direktur Hotel Royal Brongto, Deddy Sukmadi SH MHum.

Jemparingan tak lain adalah permainan panahan, termasuk salah satu cabang olah raga yang dalam KONI diakomodasi melalui Persatuan Panahan Indonesia (Perpani).
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-supono-seniman-gancahan-penjaga-ruh-kebudayaan-9328
Jemparing merupakan warisan leluhur di zaman Kerajaan Mataram. Panahan tersebut menyatu dengan busurnya. Dalam permainan ini sesungguhnya lebih mengarah pada olah batin. “Ada filosofi dari jemparing ini, dengan pengolahan rasa. Kejernihan hati dan jiwa,” jelas Dwi yang juga menginformasikan khusus jemparingan ini berinduk pada Persatuan Permainan Tradisional (Pepatri) Yogyakarta.
Sementara itu, Deddy Sukmadi menyatakan keberadaan Jemparingan Royal Brongto tersebut diharapkan akan diminati oleh tamu-tamu hotel, serta melengkapi ikon hotel yang nguri-uri budaya Jawa. “Jadi, semua yang terkait dengan sejumlah budaya adiluhung warisan leluhur di sini kami persembahkan untuk masyarakat. Silahkan dikelola dan dimanfaatkan,” pungkasnya. (Met)
