A HASIBUAN SIAP CERMATI FAKTA SIDANG :  Kasus Kematian Suporter Sepak Bola Berg

share on:

Yogyapos.com (BANTUL) – Kasus penganiayaan yang menyebabkan korban tewas Ahmad Iqbal Setyawan, pasca pertandingan sepak bola PSIM vs PSS, di Stadion Sultan Agung Bantul beberapa waktu lalu, akhirnya bergulir ke pengadilan. Tiga terdakwa dalam kasus ini masing-masing  Wah, Lut dan Haw. Sedangkan dua tersangka lain dinyatakan buron.

“Sidang pertama sebenarnya sudah berlangsung pada Selasa 11 Desember 2018, dan akan digelar lagi Rabu pekan depan,” ujar AA Hasibuan SH selaku anggota tim pengacara terdakwa Haw yang dikonfirmasi yogyapos.com, Kamis (13/12/2018).

AA Hasibuan menyatakan pihaknya akan mengajukan eksepsi terkait surat dakwaan yang telah dibacakan jaksa Sekar Dianing PS SH MH. Selain itu nantinya akan cermati semua keterangan saksi-saksi. Sebab dalam kasus ini kliennya bukan pelaku utama, melainkan hanya kebetulan dalam satu rombongan dengan rekan-rekannya yang kini menjadi terdakwa maupun yang kabur.

Sebagaimana dalam surat dakwaan jaksa, kasus penganiayaan terjadi ketika berlangsung pertandingan sepak bola PSIM vs PSS pada 26 Juli 2018 di Stadion Sultan Agung Bantul. Beberapa saat sebelum peritiwa terjadi korban Mohmmad Iqbal Setyawan berangka bersama rekannya Angga, Ahmad Sidiq dan Edi Nugroho ke Stadion Sultan Agung.

Sesampai di sana, Ahmad Sidik terpisah dari rombongan. Ia yang ketahuan sebagai suporter PSS kemudian dicegat dan dikeler sembari dipukul maupu ditendang oleh RA dan BP untuk menunjukan keberadaan korban beserta rekan lainnya . Pada pukul 17.00, mereka akhirnya bertemu dengan Iqbal, Angga dan Edi Nugroho. Rombongan RA dan BP yang di dalamnya ada juga para terdakwa ini mencoba merebut handphone korban tapi memperoleh perlawanan, hingga berlanjut penganiayaan serius dan mengakibatkan korban Muhmmad Iqbal tewas pada pukul 21.00 saat menjalani perawatan di RS Permata Husada.

Jaksa menjerat para terdakwa dengan pasal 80 ayat 3 jo 76 C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak-anak.

Terkait dakwaan tersebut, AA Hasibuan menyatakan menghormati kerja kejaksaan. Tapi semuanya nanti nya akan dicermati semua fakta persidangan. Sebab yang patut dicatat kliennya masih dibawah umur ketika peristiwa terjadi, serta masih harus diurai seberapa besar peran yang dilakukannya. “Ini artinya jaksa nanti wajib membuktikan seberapa besar peran klien kami dalam peristiwa itu, karena masih ada tersangka yang sampai sekarang masih belum tertangkap,” pungkas Hasibuan yang dalam kasus ini melakukan pendampingan hukum bersama sohibnya, Ali Subekti SH. (Inu)


share on: