28 TAHUN PASREN KLATEN : Perkuat Silaturahmi dan Tingkatkan Dinamika Paguyuban

share on:
Perupa anggota Pasren lihai melukis On the Spot | YP/Wahjudi

Yogyapos.com (KLATEN) - Saling tegur sapa secara pribadi maupun karya akan merangsang proses kreatif. Selain bisa menjadi ajang pembelajaran bersama dan memupuk silaturahmi juga menjadi bekal dinamisasi organisasi. Bagi kalangan pelukis yang tergabung dalam Paguyuban Senirupawan Klaten (Pasren) itu menjadi program dan kebutuhan.

Begitu kesimpulan dari perbincangan yogyapos.com dengan Karang Sasangka, Ketua Pasren, di sela-sela Kumpul Gayeng Pasren yang digelar di tepi Jalan Pramuka, Klaten, (Minggu, 13/1/2019).

Memasuki 28 tahun, Pasren harus lebih memasyarakat sehingga seni lukis kian dikenal dan diminati orang awam.

"Acara pagi ini digerakkan oleh kaum muda Pasren, meliputi melukis on the spot, pameran, dan bincang santai. Terdaftar sekitar 40 pelukis terlibat dalam kumpul gayeng ini. Tujuannya untuk konsolidasi ke dalam agar saling mengenal dan memahami karakter masing-masing,” tandas putra pelukis kenamaan Rustamadji ini.

Terkait agenda Pasren 2019, Karang Sasangka menyebut antara lain melukis on the spot, sarasehan, dan pameran bersama.


Karang Sasangka, Ketua Pasren Klaten | YP/Wahjudi

Di mata pelukis senior Pasren, Winarno Gitonimpuno, pelukis muda Klaten perlu mempertajam mata dan laku batin. “Mereka harus bisa mengekspresikan keindahan-keindahan yang tersembunyi dalam lukisan-lukisan mereka. Ini penting, karena melukis hakikatnya menuangkan rasa dalam media kanvas menggunakan bahasa jiwa,” pesannya.

Dari situ, karya lukis akan memiliki kekuatan dan memancarkan kharisma tersendiri, sambung perupa asal Kartasura yang kini menggeluti penulisan buku ini.

Terkait dukungan pemerintah Kabupaten Klaten, Karang Sasangka mengakui ada dukungan dari Dinparbudpora, terutama dalam hal pendanaan. Dengan begitu, dia berharap Pasren bisa lebih berkembang dan memasyarakat.(Wahjudi)

 

 

 


share on: