228 Pelajar Jateng dan DIY Semarakkan GIS Fast Archery Competition 2023

share on:
Para Atlet Panahan  Pelajar Se-DIY Jateng tengah berlaga dalam GIS Archery Competition 2023 di Kampus GIS  3 Depok, Sleman, Sabtu (18/3/2023) || YP-Sulistyawan Ds

Yogyapos.com (SLEMAN) - Sebagai upaya membangun siswa yang berkarakter dan berbudi luhur, Global Islamic School  (GIS) menggelar  GISFAST Archery Competition 2023, Sabtu (18/3/2023).

Kegiatan ini diikuti  sebanyak 230  pelajar tingkat TK sampai SMP  se DIY dan Jateng. Kompetisi terbagi dalam  kelas Practice jarak 10 meter dan kelas Practise Jarak 15 meter.

Kegiatan dibuka oleh Panewu Anom Depok, Sleman Wawan Heriawan di dampingi Direktur Utama Global Islamic School 3 Nur Cahyani Gandhi SAg MPd dan Kabid Kurikulum Dinas Pendidikan Sleman Supraptiningsih SPd.

Direktur Utama GIS Nur Cahyani Gandi menjelaskan, Archery Competition 2023 yang hari ini digelar merupakan puncak dari kegiatan GISFAST 2023 yang berlangsung sejak Januari 2023. Beberapa kompetisi lainnya adalah Fun Rolling (sepatu roda), Push Bike, Engglish Competition.

Direktur Utama Global Islamic School 3 Nur Cahyani Gandhi SAg MPd

Dari semua ragam olah raga yang dilakukan dengan satu tujuan untuk mewadahi minat dan bakat para siswa GIS. Selain bidang olah raga, GIS juga mewadahi minat dan bakat anak-anak dalam bidang lainnya sehingga siswa menguasai kemampuan akademik dan ketrampilan , terutama ketrampilan berbahasa yang merupakan modal komunikasi di tingkat global.

“Kompetisi ini merupakan cara kami untuk mengenalkan anak-anak terhadap keragaman serta melatih anak untuk dapat bekerja keras dalam meraih hal yang terbaik,” ujar Gandi kepada sejumlah awak media disela-sela kegiatan.

Ditambahkan Gandi, kegiatan kegiatan kompetisi yang mengadopsi keragaman seperti ini akan terus dilakukan, sesuai minat dan bakat para siswa. Target dari kompetisi semacam ini, untuk membangun lifeskill sejak dini sehingga saat dewasa karakter anak-anak telah terbangun. Oleh karena itu, meski melalui metode kompetisi  pihak sekolah selalu menekankan kepada para siswa bahwa yang terpenting dari sebuah kompetisi bukan soal kemenangan tetapi belajar untuk bekerja keras guna mencapai kesuksesan dan prestasi yang terbaik. 

Selain itu, melalui kompetisi ini anak diajari mengenal ketahanan diri, karena untuk menjadi yang terbaik diperlukan ketahanan diri. Life skill ini yang secara terus menerus dikenalkan kepada  para siswa GIS.

Penewu Anom Depok Wawan Heriawan Melepas Balon tanda dimulainya  Kompetisi GIS Archery Competition 2023 di Kampus GIS 3 Depok, Sleman || YP-Sulistyawan Ds

Untuk seluruh kompetisi GIS FAST ini , para peserta mendapatkan penghargaan berupa thropy, medali, Piagam ,beasiswa berupa potongan uang pangkal serta hadiah lainnya.

Sementara itu, Penewu Anom Depok Wawan Heriawan menambahkan, GIS merupakan salah contoh lembaga pendidikan yang patut menjadi contoh karena sekolah ini berwawasan global. Selain dukungan fasulitas dan metode pembelajaran yang lengkap sekolah ini juga memberikan rasa aman terhadap para siswa.

Terkait pelaksanaan GISFAST Archery Competition, Wawan menilai kegiatan ini sangat bagus karena olah raga Panahan tersebut selain melatih kejujuran juga melatih siswa untuk sabar dan fokus dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. (Sds) 

 

 


share on: