140 Karya Terseleksi Akan Ramaikan Kustomfest di JEC

share on:
Kedua belah pihak menunjukkan MoU Kostumfest 2022 yang telah ditandatangani || YP-Ismet NM Haris

Yogyapos.com (SLEMAN) - Sebanyak 140 karya dari 600 karya terseleksi akan tampil di ajang Indonesia Kustom Kulture Festival (KUSTOMFEST), di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, Sabtu-Minggu (1-2/10/2022).

Ajang yang dijadikan barometer bagi para builder di Indonesia, setelah tidak diadakan secara offline selama hampir 3 tahun karena pandemi Covid-19.

Tahun ini KUSTOMFEST kembali bekerjasama dengan Ambarrukmo Group untuk menyambut turis nasional dan internasional yang akan hadir di Yogyakarta pada akhir pekan menatang. Antusiasme pegiat kustom kulture dalam menyambut Lebaran Kustom ini sudah terasa sejak Agustus lalu.

“Budider-builder yang ingin karyanya tampil di acara kali ini sibuk untuk menyelesaikan karyanya setelah mendaftarkan karya mereka ke tim kurasi KUSTOMFEST pada awal September,” ungkap Direktur KUSTOMFEST, Lulut Wahyudi dalam acara penandatanganan kerjasama dengan Hotel PORTA by The Ambarrukmo, Selasa (27/9/2022).

Berbicara mengenai semangat pergerakan yang diusung oleh KUSTOMFEST, setiap tahun selalu ada tema baru sebagai pesan utama yang dibawa. Tahun ini KUSTOMFEST hadir dengan ‘We’ll Be Back’, jargon ini mencerminkan bentuk eksistensi menghadapi situasi pandemi yang berlangsung dari awal 2020 lalu.

Lulut menjelaskan, tema ini menjadi penanda kebangkitan dan juga nada optimis bahwa semua akan kembali normal, kembali terlepas dari masa pandemi yang melanda sekitar tiga tahun belakangan ini.

“KUSTOMFEST selalu membawa semangat pergerakan dunia kustom kulture Indonesia dengan mengadi sebuah wadah bagi builder-builder tanah air. Tahun ini KUSTOMFEST hadir dengan tema ‘We’ll Be Back’ yang secara harfiah menyiratkan kembali bergeloranya dunia kustom kulture Indonesa setelah hampir 3 tahun kita tidak bisa berkumpul,” tandas Lulut.

Lulut menambahkan di tahun ini kualitas dari peserta meningkat karena proses seleksi yang diakukan oleh tim tahun ini lebih ketat dari sebelumnya sehingga bisa dipastikan karya yang akan depajang nantinya adalah karya baru dan belum pernah ditampiikan di acara lainnya.

Selain itu, akan ada beberapa konten yang berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya. Jika pada tahun sebelumnya builder internasional yang datang tidak membawa karyanya, pada tahun ini mereka akan darang dengan membawa hasil karyanya yang sudah mendunia.

Tercatat Luck MC builder kenamaan jepang akan membawa motor ‘Shirley Junior’ berbasis H-D FLH 1969 milik bassis eksentrik band Red Hot Chili Pepper – Mr Flea. Custom Works Zon juga akan membawa ‘Huracan’ yang dibangun dari H-D Twincam 2021, Kaichiroh Kurosu dari Cherry’s Company membawa karya ‘Highway Fighter’ dari BMW RNineT 2014.

Sementara Cheetah Custom Cycles salah satu penggerak flat track di Jepang akan mengirimkan The Comet 45 H-D WIL 45ci. Sedangkan Sure Shot, salah satu builder ternama dari Jepang juga mengirimkan motor “DST” sebuah motor H-D Dyna 1997 yang menjadi motor The Best of Show Mooneyes Hotrod Custom Show.

“Tidak ketinggalan Mooneyes Company juga akan mengirimkan mobil legendaris ‘Moon Bug’ sebuah VW Type 1 Dragrace 2300 cc,” terang Lulut.

Suguhan lain yang mendapatkan antusiasme tinggi adalah balap Flattrack yang akan hadir kembali di area belakang JEC.

Beberapa kelas untuk balap serong kiri ini sudah disediakan oleh tim KUSTOMFEST dan khusus disiapkan dengan dukungan beberapa pegiat balap tersebut termasuk Flatout Friday salah satu pencetus event balap Fiat track di Amerika Serikat.

“Yang menarik dan spesial, mulai tahun ini selain tropi kejuaraan dari KUSTOMFEST sendiri juga bakal ada piala bergilir, Piala Raja Sri Sultan Hamengku Buwono X,” jelas Lulut.

Di acara KUSTOMFEST nantinya juga akan terdapat beberapa display mulai dari motor kustom, mobil Hotrod, Sepeda Kustom dan juga berbagai apparel dan aksesoris mulai dari T Shirt, Jaket, Helm sampai ke part-part motor yang bisa didapatkan di area JEC yang berdiri di lahan kurang lebih 2,5 hektar.

“Membaiknya situasi kali ini kami harapkan bisa menjadi titik terang bagi pelaku dunia kustom Indoresia untuk tetap bisa eksis dan kami berharap di KUSTOMFEST ini bisa menjadi salah satu ajang yang tetap menjadi barometer perkembangan dunia kustom Indonesia,” pungkas Lulut. (*/Met)

 


share on: