Workshop Public Speaking Bersama Ferry Anggara

share on:
Peserta workshop begitu antusias mengikuti pemaparan Ferry Anggara || YP/Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) - Ketika zaman berubah dan tren berganti, kita pun wajib meng-up grade level kemampuan (soft skill). Termasuk di lini public speaking.

Berangkat dari kesadaran itu Kelas FABS mengadakan workshop public speaking bertemakan ‘Dare To Be a Good Speaker’, di Punch Meeting Room, hotel Fave Kusumanegara Yogya, Kamis (16/5). Acara  ini yang diikuti 40 orang audien ini berlangsung pukul 14.00-17.00, menghadirkan seorang MC professional, Ferry Anggara. 

Menurut Ferry, tingkatan speaking tiap orang pasti berbeda. Ada yang amatir, beginner, medium, hingga professional. “Lewat workshop ini, kami mencoba berbagi ilmu dengan peserta tentang elemen penting yang ada dalam public speaking. Kuncinya ada di speaker (pembicara), materi, audiens, feedback (umpan balik), gangguan dan situasi. Elemen-elemen tersebut wajib dimiliki seorang speaker. (pembicara),” ujar Ferry yang baru mendirikan FABS (Fun Active Brave Speak) di awal tahun 2019.

Ada sejumlah skill yang wajib dimiliki seorang speaker (pembicara). Paling penting adalah self confidence (percaya diri). Lalu mempu merencanakan, menyusun dan mendirect materi yang hendak disampaikan.

Ferry menambahkan, ini semua butuh proses panjang. Tidak instan. Maka dari itu kehadiran Kelas FABS adalah untuk mencetak siswa yang siap terjun di indsutri.

“Ini tanggung jawab saya sebagai trainer. Anak didik saya harus cakap dan siap. Pokoknya saya bimbing sampai bisa,” imbuh Ferry yang sedang focus mengajar kelas MC Jawa.


Ferry Anggara bersama para peserta workshop foto bareng di penghujung acara || YP/Fadholy

Sebagai bahan perbandingan, Ferry mengatakan jika public speaking sangat jauh berbeda dengan percakapan. Percakapan itu sifatnya santai. Bahasa cenderung bebas. Tidak ada struktur, dan jarang memakai metode penyajian. “Sedangkan public speaking bahasa sangat formal. Sangat terstruktur dari pemilihan kosakata, penguasaan materi dan situasi serta pesan yang terkirim ke audiens/public, harus mudah dicerna dan dipahami,” pungkas Ferry yang juga produser di TVRI Yogya ini. (Fadholy)

 


share on: