Workshop Dakwah dan Soft Skill ala Jamaah Syiar Jogja

share on:
Anak-anak panti asuhan sangat antusi ketika Rafiq Sulaiman memberikan pelatihan fotografi | YP/Fadholy

Yogyapos.com (SLEMAN) - Jamaah Syiar Jogja (JSJ), Selasa (14/5) sore menggelar workshop dakwah dan soft skill, di Kolektif CollaborAction Space, Jalan Watugede 58 Ngaglik Sleman.

Koordinator acara, Haris mengatakan mengundang sekitar 50 anak dari beberapa panti asuhan (Darun Najah, Mafaza, Darul Ulum, Lataza). Para anak-anak panti asuhan begitu antusias mengikuti workshop yang disampaikan tiga narasumber.

Narasumber pertama, Rafiq Sulaiman mengemukakan, lini passion fotografi itu ada dua fase. Yakni hobi dan profesional. Namun kebanyakan, berawal dari hobi yang ditekuni, lalu menjadi pekerjaan profesional.

“Saya mengalaminya sendiri. Belajar fotografi itu mudah. Tinggal bagaimana, kemauan besar kita untuk menggeluti bidang tersebut. Dan tentunya harus disiplin dengan teori serta praktek,” ujar Rafiq sembari mempraktekan cara memotret yang benar.


Suasana buka puasa bersama JSJ dengan anak-anak panti asuhan || YP/Fadholy

Sementara narasumber selanjutnya, Bejo Kahono (aktivis dakwah) dan Gustami (pengurus Masjid Jogokariyan), menyampaikan konten dakwah yang serba kekinian. Bejo menuturkan tentang pentingnya istiqomah dan keteguhan iman terhadap Gusti Allah SWT dan baginda Nabi Muhammad SAW. Sedangkan Gustami lebih menyorot tentang pentingnya kontribusi remaja masjid membangun ukhuwah islamiyah. Dan berperan aktif di lingkungan sekitar.

Pengurus JSJ, Rennta Chrisdiana ditemui disela-sela buka puasa bersama mejelaskan, misi acara ini adalah untuk mempertebal religiusitas anak-anak panti asuhan dengan workshop dakwah dan soft skill. “Dua komponen ini sangat penting. Selain mempunyai akhlak yang baik. Mereka juga mempunyai keahlian yang bisa menghasilkan uang. Kedepan acara seperti ini akan kami adakan secara rutin. Karena impactnya sangat positif,” tandas Rennta yang juga bergerak di Yayasan Rumpun Nurani. (Fadholy)

 

 


share on: