WAWALI YOGYA ‘PANEN’ JAMU : JCC Siap Jadi Annual Event

share on:
Wawali Yogyakarta Drs Heroe Poerwadi MA saat membuka acara Jogja Cross Culture || YP/Ist

Yogyapos.com (YOGYA) – Sebelum membuka Jogja Cross Culture (JCC) di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta,  Sabtu (3/8/2019) malam, Wakil Walikota Yogyakarta Drs Heroe Poerwadi MA menyempatkan diri menyambangi 14 stand outlet jamu dari 14 kecamatan.

Kepada yogyapos.com di sela-sela acara, Heroe menyatakan dirinya rutin mengonsumsi jamu untuk menjaga stamina tubuh agar tetap fit. “Jamu manfaatnya banyak. Itu sebabnya kami mengonsep jamu sebagai etalase acara ini. Selain merupakan budaya, warisan leluhur yang mesti dilestarikan. Jamu juga bisa menggerakkan ekonomi kreatif warga Yogya. Serta sebagai upaya menumbuhkan minat meminum jamu kepada generasi muda,” kata sosok ramah yangmengaku malam itu ‘panen jamu’ lantaran mendapat bingkisan dari para penggiat UMKM dari 14 kecamatan di Yogya, setelah melakukan open speech di panggung utama JCC tepat pukul 20.00.

Dalam sambutannya, orang nomor dua di jajaran Pemkot Yogya ini menegaskan JCC adalah event silang budaya. Baik tradisional, modern ataupun kontemporer yang melibatkan banyak elemen penggiat seni dan budaya. “Acara ini sebagai pilot project silang kultur yang saling menghidupkan dan memberikan energy. Kami terbuka dengan budaya daerah lain, bahkan luar negeri yang sesuai dengan ruh yang kita usung. Dengan peran serta masyarakat dan stakeholder terkait, JCC siap jadi annual event rutin tahunan kebudayaan Kota Yogyakarta,” terang Heroe Poerwadi didampingi Kadisbud Kota Yogya, Ir Eko Suryo.

Lalu secara simbolis, Wawali Yogyakarta menyerahkan 8 kayon dan 1 wayang Gatotkaca kepada 9 dalang muda yang tergabung dalam Wayang Kota, yang malam itu mementaskan lakon: Kancing Jaya besutan sutradara Ki Catur Benyek.

Program Director Altiyanto Henryawan mengungkapkan, pagelaran ini mencatatkan sebuah proses fase demi fase penyatuan para dalang. Diawali dengan kegiatan workshop wayang Ukur, para dalang usia muda yang awalnya hanya mendengar tentang keunikan Wayang Ukur, kini memiliki kesempatan untuk menyentuh bahkan memainkannya dalam sebuah pementasan. “Inilah indahnya suatu proses. Ada pergumulan ide, brainstorming dan tukar gagasan. Harapan kami, JCC ini bisa menjadi ikonik event kegiatan kebudayaan di Kota Yogya. Kami open dengan semua penggiat seni & budaya. Kami tidak alergi dengan unsur modernisasi, bahkan itu merupakan elemen pelengkap yang makin memperkaya kebudayaan kita. Dan pengunaan tajuk asing ‘Jogja Cross Culture’ untuk merespon label yang diberikan Forum Asean jika Yogyakarta adalah aset budaya internasional. Dan kedepan kami siap memantaskan diri mengcreate JCC berskala internasional,” imbuh Altiyanto optimis.

Pada kesempatan tersebut juga dimeriahkan oleh hiburan pertunjukan tari berjudul Kayon yang dibawakan sanggar Anter Asmorotedjo dan Olivia Tamara.

Iwan Pribadi, selaku Media Officer, mengatakan, pada pelaksanaan Minggu (4/8) akan digeber acara blusukan njeron benteng, sketsa bareng Djoko Pekik dan Kartika Affandi, keroncong paramuda, njoged njalar, dolanan bocah dan masih banyak lagi. “Acara pada Minggu sangat padat. Pada malah hari akan dilaunching Jenang Golong Gilig dan program Gandhes Luwes. Lalu ditutup dengan penampilan musisi ibukota, Nugie, yang sangat concern dengan seni, budaya dan lingkungan hidup,” pungkas Iwan. (Dol)

 

 

 


share on: