UANG INVESTASI DTERIMA, PERJANJIAN DIBATALKAN : PT Adhi Persada Properti Digugat Rp 27.5 M

share on:
Tito Sudarmanto (tengah) didampingi Tim Kuasa Hukumnya | YP/Met

Yogyapos.com (SLEMAN) – Merasa dirugikan karena perjanjian investasi dibatalkan secara sepihak, pengusaha muda Tito Sudarmanto (31) mengajukan gugatan dan tuntutan ganti rugi senilai Rp 27.504.412.000 terhadap PT Adhi Persada Properti (Tergugat I) dan Raden Ardian Pradhana (Tergugat II). Sedangkan Turut Tergugat I seorang notaris dan Turut Tergugat II Kantor Badan Pertanahan (BPN) Sleman.

Gugatan diajukan melalui tim kuasa hukumnya Arief Setiawan SH MH, R Sudjadi Wisnumurti SH Cil, Safiuddin SH, Bayang Ari Wijaya SH dan Dipo Septiawan SH ke Pengadilan Negeri (PN) Sleman.

Dalam sidang perdana dipipimpin hakim ketua Suparna SH, Senin (11/3/2019), pihak penggugat hanya menyerahkan gugatannya tanpa dibacakan. Hal ini dimaklumi oleh Kuasa Hukum Tergugat I dan II. Sedangkan Turut Tergugat I dan II tidak hadir di persidangan.

Tim kuasa hukum Penggugat, dalam gugatannya, membeberkan bahwa Penggugat selaku pengusaha tertarik ketika mendapat tawaran investasi Apartemen Taman Melati yang terletak di Jalan Jembatan Baru RS Sardjito, Sinduadi, Sleman. Sesuai tawaran dari Tergugat II selaku Marketing Manager, Penggugat hanya dibebani membayar down payment Rp 25 juta/m2 untuk 120 apartemen seluas 4.953 m2. Dari tawaran awal itu, akhirnya diperoleh kesepakatan harga per meter persegi Rp 20 juta, sehingga total yang sudah diinvestasikan oleh Penggugat sebesar Rp 1,8 miliar.

Selanjutnya sesuai perjanjian tanggal 17 September 2018, Tergugat II berkewajiban menjualkan 120 apartemen tersebut kepada konsumen dalam kurun 6 bulan sampai 12 bulan. Tapi pada Desember 2018, Tergugat I menghentikan secara sepihak penjualan yang dilakukan Tergugat II.

“Padahal sudah ada 3 (tiga) orang yang membeli apartemen seharga Rp 909.412.000. Bahkan sebagai rasa tanggung jawab, Penggugat juga mengembalikan DP kepada 2 orang yang membatalkan pembelian, masing-masing Rp 15.000.000 dan Rp 30.000.000,” ujar Sudjadi Wisnumurti SH.


Suasana sidang perdana, majelis hakim memeriksa kelengkapan surat kuasa para Tim Kuasa Hukum | YP/Met

Akibat perbuatan Tergugat maka Penggugat mengalami kerugian yang jika dihitung total mencapai Rp 27.504.412.000, rinciannya karena gagal memperoleh keuntungan sebagaimana dijanjikan sebesar Rp 5 juta x luas apartemen 4.953 m3 + uang penjualan yang telah diterima Tergugat Rp 909.412 + untuk  kerugian lain pengembalian DP kepada 2 orang pembeli tadi  Rp 30.000.000 dan Rp 15.000.000.

“Selain ganti rugi materiil, Penggugat juga menuntut ganti rugi immateriil sebesar Rp 10 miliar,” tandas Wisnumurti.

Sementara Kuasa Hukum Tergugat II, Rudianto Aschari SH menyatakan kliennya selama hanya menjalankan tugas sesuai job yang diberikan oleh Tergugat I. “Klien kami sudah menjalankan tugasnya sesuai perintah, termasuk pada tahap awal ikut memasarkan apartemen,” katanya usai sidang.

Sedangkan Kuasa Hukum Tergugat I Jemy Vito SH belum memberikan tanggapan atas gugatan Penggugat, karena belum diberikan kewenangan rinci. Majelis hakim akan menggelar kembali sidang ini pada dua pekan mendatang. (Met)

 


share on: