TRB Creative dan RC Jogja Merapi Workshop Pengolahan Sampah Jadi Kompos

share on:
Sekitar 50 peserta mengikuti workshop yang digelar tim TRB Creative dan pengurus RC Jogja Merapi || YP/Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) - Isu sampah sangat seksi sekali untuk dibahas. Selalu jadi primadona di berbagai lini massa. Volume sampah di TPST Piyungan pun tiap hari selalu meningkat. Bahkan beberapa waktu lalu sempat ditutup lantaran volume kapasitas yang membeludak.

Merespon hal tersebut, Rotary Club (RC) Jogja Merapi bersama Tani Remen Budaya (TRB) Creative, Sabtu (3/8) pagi mengadakan pelatihan pengolahan sampah menjadi kompos, di Café Cangkir Bintaran.

Dimas Bagus, Founder TRB Creative menjelaskan, concern acara ini adalah mengurangi volume sampah yang terjadi di lingkungan kita, dengan cara pengolahan sampah organik menjadi kompos. "Prosesnya singkat. Semua bias mengolahnya. Proses membuatnya pun efektif waktu, hanya 1 jam. Dan bisa menjadi media tanam bernutrisi. Kami juga mengajak kepada peserta membangun awareness dengan membawa sampah organiknya dari rumah masing-masing. Di workshop ini kita belajar bareng cara memilah sampah rumah tangga, menjadi kompos yang kaya akan nutrisi,” jelas Dimas di sela workshop.

Dalam kesempatan tersebut Dimas dan RC Jogja Merapi juga memberi edukasi ke peserta workshop, jika sampah jangan dipandang buruk, dan jangan dimusuhi. Hapus stigma itu. Sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. “Sampah adalah bagian dari siklus ekosistem dan ekonomi. Lantaran manusia tidak pernah lepas dari sampah. Kita harus paham mengolah sampah, karena banyak sekali manfaatnya dan bids memberdayakan ekonomi warga. Konsep yang kami gulirkan adalah, 3RB (Reuce, Reduce, Recycle dan Benefits),” imbuh Dimas.

Sementara itu President RC Jogja Merapi, Ratri Respati mengutarakan bahwa untuk mengolah sampah kita tidak hanya berpangku tangan pada pemerintah. Kita harus action. 

“Kita mulai semua dari hal yang terkecil pada rumah dan lingkungan kita. Soal budaya membuang sampah, memilah sampah organik dan anorganik, serta pengurangan konsumsi plastik yang imbasnya jangka panjang. Dengan workshop ini, kami memberi pengetahuan baru kepada peserta, jika sampah organik bisa diolah jadi pakan ternak,” kata Ratri yang bersama RC Jogja Merapi fokus bergerak di lini sosial kemasyarakatan. (Fadholy)

 

 

 


share on: