Sutoto Tak Terbukti Menipu, Dibebaskan Hakim Setelah 4 Bulan Ditahan

share on:
Sutoto (kemeja putih) didampingi istri dan tim pengacaranya usai dibebaskan hakim || YP/Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Setelah 4 bulan lebih mendekam di tahanan, Sutoto Hermawan (45) warga Karangasem, Gilangharjo, Pandak, Bantul yang didakwa menipu dalam pembangunan rumah, akhirnya berhak menghirup udara bebas berdasarkan putusan majelis hakim PN Bantul, Kamis (31/10/2019).

Majelis hakim diketuai Dewi Kurniasari SH dalam amar putusannya menyatakan,  meskipun perbuatan terdakwa terbukti sebagaimana didakwakan jaksa, tapi bukan kategori tindak pidana melainkan terkait hubungan keperdataan dan dilepas dari tahanan alias onslag van rechvervolging.

“Perbuatan terdakwa bukan merupakan tindak pidana, sehingga dilepas dari segala tuntutan jaksa,” tegas hakim.

Hakim juga memerintahkan jaksa membebaskan terdakwa dari tahanan sejak putusan tersebut dibacakan. Serta memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, harkat dan martabatnya.

Dalam sidang sebelumnya, terdakwa dijerat Pasal 372 KUHP. Ia didakwa melakukan penipuan dan penggelapan uang pembanguan rumah. Bermula pada Februari 2018 terdakwa menjualkan rumah milik Bernadeta Rita Dwi Prasetyaningsih seharga Rp 750 juta. Uang hasil penjualan rumah itu hanya diserahkan kepada Bernadeta sebesar Rp 670, sedangkan sisanya Rp 80 juta dimasukkan dalam perhitungan uang muka karena Bernadeta juga bermaksud membangun sebuah rumah yang pengerjaannya akan dilakukan oleh terdakwa.

Pada 29 Maret 2018 dilakukan perjanjian pembangunan rumah desain bangunan 207 m2 dibuat Bernadeta di atas tanah seluas 265 m2. Disepakati biaya Rp 600 juta dibayarkan DP Rp 300 juta dalam tiga termin untuk masa pengerjaan selama 180 hari.

Tapi pada April 2018, Bernadeta mengetahui belum dilakukan pembangunan. Sehingga bermaksud menghentikan pekerjaan dan berkehendak menarik uangnya dari tangan terdakwa. Tapi karena gagal, terdakwa dipolisikan dan ditahan sejak Juni 2019.

Sementara atas putusan pembebasan terdakwa oleh hakim, jaksa penuntut umum Maria Goreti Sunarwasih SH yang sebelumnya menjerat terdakwa dengan Pasal 372 dan menuntut hukuman 2 tahun penjara, langsung menyatakan akan mengajukan kasasi.

Sedangkan Moh Novweni SH selaku koordinator tim pengacara terdakwa dari LKBH Pandawa menyatakan mengapresiasi putusan hakim yang obyektif. Sebab terdakwa memang tidak melakukan penipuan.

“Kami mengapresiasi putusan hakim. Ini memang kasus masuk ranah perdata. Sejak awal kami yakin terdakwa tidak menipu. Itu sebabnya sejak awal juga kami pernah melakukan praperadilan,” katanya.

Novweni bahkan menyatakan, dalam kaitannya dengan hubungan keperdataan itu kliennya juga tidak bersalah. Karena masih harus dibuktikan kenapa pengerjaan proyek pembangunan  rumah terhenti, itu bukan disebabkan oleh kliennya. “Kalau ada gugatan perdata, kami siap menghadapi,” tegas Novweni, kalem.  (Met)

 

 


share on: