SEMARAK MILAD KE 61 SMK MUHI YOGYA : Dari Baca Puisi Sampai Pemutaran Film

share on:
Para siswa/i SMK Muhi Yogya diharapkan selalu meningkatkan kecerdasan dan kreativitasnya || YP/Akhir Lusono

Yogyapos.com (YOGYA) - Menandai usianya yang ke 61, SMK Muhammadiyah 1 Kota Yogyakarta beragam kegiatan mengusung tema "Mewujudkan Generasi Religius, Cerdas dan Siap Berkompetisi di Era Revolusi Industri 4.0", diawali dengan Apel Akbar oleh seluruh anak didik, guru dan karyawan.

"Kami benar benar bersyukur kehadirat Allah SWT, karena SMK Muhi dengan ridloNya, bisa bertumbuh dan berkembang. Tentu juga atas suport dari semua pihak yang  tidak bisa kami sebut satu persatu," terang Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Yogya Widi Astuti SPd, Jumat (2/8/2019).

"Kesederhanaan kegiatan milad kali ini tidak memudarkan kesemarakan perayaan. Kami tetap mengadakan perlombaan antara lain: menghias nasi kuning, cipta dan baca puisi, serta pentas kreativitas. Itu sebagai wujud implementasi budaya dan literasi seni budaya, " tandas Widi Astuti kepada yogyapos.com.

Usai apel akbar, dilanjutkan pelantikan pengurus PR IPM  periode 2019/2020. Pelantikan pengurus IPM ini sebagai regenerasi kader-kader Muhammadiyah ditingkat ranting. Adapun susunan pengurus ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah SMK Muhi 2019 sd 2020 terdiri: Ketua Umum Muhammad Rafli Ramadhan,  Wakil Ketua Umum Wahid Robiyanto, Sekretaris Umum Rizka Amanda, Sekretaris 1 Setia Rini Nushrotul Jannah, Bendahara Umum Nandia  Haflatul Mubarokah, Bendahara 1 Novika Rahmanita. Juga dilengkapi jajaran pengurus lain.

Kegiatan yang tidak kalah semaraknya adalah launching film karya kolaborasi seluruh kompetensi keahlian yang ada di SMK Muhi, khususnya kompetensi keahlian Produksi Program dan Siaran Televisi. Film dengan judul " Sembodo", besutan Endah Dwi Kurniawati, yang dipercaya sebagai Sutradara.

Judul "Sembodo", merupakan singkatan atau akronim dari nama-nama aktor utama dalam film. Yakni  semi, bowo, dan widodo. Film ini mengisahkan bagaimana tiga anak manusia bisa bertanggung jawab dan amanah terhadap wasiat/pesan yang diberikan kepada mereka. Dalam implementasi nyata diharapkan seluruh peserta didik memiliki tanggung jawab dalam setiap perilakunya. Terlebih di era revolusi industri 4.0 ini generasi masa kini harus siap berkompetisi.

"Kesederhanaan kegiatan milad kali ini tidak memudarkan kesemarakan perayaan. Kami tetap mengadakan perlombaan antara lain: menghias nasi kuning, cipta dan baca puisi, serta pentas kreativitas. Itu sebagai wujud implementasi budaya dan literasi seni budaya, " tandas Widi Astuti kepada yogyapos.com, di sela-sela kegiatan. (Akhir Lusono)


share on: