Sativa Leather, Usaha Kerajinan Kulit Sapi yang Berani Kasih Garansi

share on:
Ragam produk Sativa Leather | YP/Ist

KERAJINAN kulit sapi (genuine leather), tak lekang dimakan waktu. Selalu ada di setiap tren yang sedang booming. Penggemarnya pun bisa dianggap loyal. Bahkan fanatik (addict).

Keyakinan tersebut sengaja didedahkan Teguh (38) melalui bendera ‘Sativa Leather’ yang kian moncer. Pria asal Tasikmalaya ini sudah paham betul seluk beluk tentang kulit. Hal ini lantaran, Teguh merintis karirnya dari nol. Berawal sebagai pekerja di pabrik kulit, lalu mencoba merintis usaha sendiri di Bandung. Dan kini berekspansi ke Yogyakarta. 


Cocok untuk pemburu warta dan photografer | YP/Ist

“Kulit memang menjadi passion saya sejak kecil. Mulai sebagai penggemar, kini sebagi pengrajin,” kata Teguh saat ditemui di workshopnya di Sidoarum, Godean, Sleman.

Bersama rekannya, Irun yang asli Yogya, Teguh mulai intens menggarap ceruk usaha di bidang kulit sejak 2 tahun belakangan ini, dibawah bendera Sativa Leather.


Eksklusif, menampung semua surat-surat penting agar tidak tercecer | YP/Ist

Menurut Teguh, pasar kerajinan kulit di Yogya masih bagus. Banyak customer yang loyal, bahkan ‘gila’ dengan kulit. Merespon hal tersebut, Teguh dan Irun wajib update tren, serta selalu berinovasi. “Kulit memang everlasting. Tidak mengenal tren. Tapi kalau kami stagnan, tidak merespon hal tersebut, produk kami tidak akan dilirik konsumen. Update model, bahan, warna, harga, bahkan service wajib kami lakukan,” imbuh Teguh sembari mengerjakan garapan dompet milik pelanggan.

Irun menambahkan, produknya antara lain, dompet, jaket, clutch, sling bag, id card, sabuk, tempat korek, gantungan kunci, sejumlah aksesoris sampai beberapa produk yang kustom (hand made). “Kami sengaja tidak membuat kuantiti produk secara massif. Mungkin satu varian model kami hanya membuat 5 unit. Ini kami lakukan untuk menjaga kualitas produk, serta menyeimbangkan neraca keuangan. Maklum bahan-bahannya lumayan mahal,” jelas Irun.


Menambah tampilan yang elegan | YP/Ist

Bicara soal harga, di Sativa Leather sangat terjangkau sekali. Mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 500.000. “Di tempat kami harga pengrajin. Pokoknya miring lah. Kami juga memberi diskon untuk beberapa produk. Serta yang tak kalah penting, kami berani menggaransi 6 bulan untuk semua jenis produk,” tandas Teguh dan Irun yang kerap menerima pelatihan dari sejumlah instansi. (Fadholy)

 


share on: