Sabu Diduga Berasal dari Thailand

share on:
Petugas menunjukan sabu sesaat sebelum dimusnahkan || YP/Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) - Selama 2019, BNNP DIY sudah menangani 15 kasus narkoba. Mayoritas adalah jenis metafetamhine alias sabu. Dari ke-15 kasus tersebut, 3 diantaranya penangkapan di Bandara International Adisutjipto.

Kepala BNNP DIY, Brigjen Pol Triwarno Admojo menjelaskan, kasus sabu 8 paket dengan tersangka MA digerakkan oleh jaringan lama. Kurir yang dipilih yang profesional, dengan sistem bergantian di tiap kota.

“Yogyakarta masih menjadi lokasi favorit untuk transit, ataupun peredaran sabu. Maka dari itu monitoring kami sangat ketat. Dari pemeriksaan awal penyidik, kuat dugaan sabu yang dibawa MA dari Lampung dan hendak dibawa ke Makassar berkualitas nomor satu. Per gramnya ditaksir mencapai Rp 2 juta. Diduga barang berasal dari Thailand,” ujar Brigjen Pol Triwarno didampingi Kasi Intel BNNP DIY Kompol Ambar Sasongko.

Kepala BNNP DIY melanjutkan, sebelum dilakukan pemusnahan, sabu-sabu tersebut diperiksa dulu menggunakan alat Trunag Scientific. “Alat ini sangat akurat untuk memeriksa kandungan jenis narkotika serta berat bruttonya. Saat dicek oleh penyidik, dalam paket tersebut tertera tulisan metafetamhine. Ini membuktikan sabu tersebut murni tanpa campuran. Jika mengandung campuran, pada alat tersebut tidak akan muncul tulisan metafetamhine,” ungkap Brigjen Pol Triwarno.

Terkait dugaan asal sabu dari Thailand, Kompol Ambar beserta jajarannya masih melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut. “Masih dalam pengembangan tim. Apakah ada keterlibatan jaringan internasional, masih kita selidiki mendalam,” pungkasnya. (Dol)

 

 

 

 

 

 

 

 


share on: