Ratusan Anggota KPPS Belum Terima Honor, Yadidi : KPU Sleman Tidak Profesional

share on:
Ketua Forum Peduli KPPS Muh Yadidi (kiri) | YP/Agung DP

Yogyapos.com (SLEMAN) – Ratusan petugas Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS) yang tergabung dalam Forum Peduli KPPS Kabupaten Sleman Yogyakarta, Senin (22/4/2019) menggeruduk Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman.

Mereka menyatakan kecewa, karena mesipun pelaksanaan Pemilu sudah berlalu, tapi belum menerima honorarium. Padahal beban kerjanya berat, bertugas rata-rata lebih dari 24 jam.

“Sudah lima hari pemilu berlalu, tapi kami sampai sekarang kami belum menerima honorarium,” ujar Ketua Forum KPPS Sleman R Muh Yadidi.

Yadidi yang kebetulan Ketua KPPS 9 Minomartani ini sangat menyesalkan sikap KPU Sleman yang terkesan telah menyepelakan masalah. Padahal keterlambatan pembayaran honor yang terjadi di Kabupaten Sleman tidak terjadi di wilayah lain. Hal ini menunjukan ada kerja sama yang kurang profesional dan tidak terencana dengan baik.

Menurutnya, unjuk rasa yang dipimpinnya itu bukan masalah nominal Rp 550.000 bagi ketua KPPS, Rp 500.000 bagi anggota dan Rp 400.000 bagi Limas. Namun lebih itu adalah kontribusi fokus untuk mewujudkan proses dan tahapan Pemilu yang sukses dimata penyelenggara di berbagai level dari daerah sampai pusat, bahkan dunia internasional.

“Sungguh KPU Sleman tidak profesional,” tegasnya.

Ketidakprofesionalan KPU Sleman bukan hanya keterlambatannya memberikan honor kepada semua petugas KPPS. Tetapi juga menyangkut DPT untuk membuat undangan pemilihan khusus di Kabupaten Sleman yang sangat lambat sehingga menyulitkan KPPS dalam menyampaikan undangan kepada pemilih.

Menanggapi unjuk rasa tersebut, Komisioner Divisi Hukum KPU Sleman Ahmad Baihaqy menyatakan keterlambatan pembayaran honorarium itu karena ada kendala teknis terkait belum lengkapnya biodata data

KPPS. Meski demikian telah dilakukan negosiasi, honor segera dicairkan Selasa (23/4/2019). (Adp)


share on: