PERESMIAN MBS AR FACHRUDDIN : Amien Rais Pertajam Fiqih Kebangsaan

share on:
Amien Rais bersama para santri MBS Fachruddin || YP/Fadholy

Yogyapos.com(SLEMAN) - Dewan Penasihat Muhammadiyah, Prof Dr H Amien Rais, pada Minggu (28/7) pagi meresmikan Ponpes Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) AR Fachruddin, di desa Bokoharjo Prambanan Sleman. Amien Rais didampingi Direktur MBS AR Fachruddin, Jafar Shadik serta sejumlah petinggi Muhammadiyah. Sekolah yang menempati areal seluas 1 hektar ini diperuntukkan bagi para santri yatim piatu serta dhuafa.

Jafar Shadik mengatakan, pendirian ponpes modern ini adalah komitmen Muhammadiyah terhadap sektor pendidikan dan memberikan akses terbuka bagi para yatim pitau serta kaum dhuafa. “Cita-cita kami adalah mencetak anak didik yang berjiwa Islami dan berkarakter Pancasila. Ada beberapa klasifikasi untuk bias sekolah disini. Yang pasti adalah para santriwan dan santriwati berasal dari keluarha yang tidak mampu, serta mempunyai prestasi cemerlang di sekolah tingkat dasar,” kata Jafar.

Program yang terdapat di MBS AR Fachruddin setara dengan tingkat SMP dan SMA, yang kini telah mempunyai 20 santiwan dan 26 santriwati. Pihaknya kini juga telah menjalin kerjasama dengan Universitas Islam Afrika di Sudan serta Mesir. “Ini untuk memperluas jaringan dan wawasan. Kami proyeksikan, anak didik di tempat kami mahir bahas Arab dan bisa kuliah di sejumlah universitas di Timur Tengah,” imbuh Jafar Shadik.

Dalam sambutannya, Dr H Amien Rais mengajak warga Muhammadiyah mempertajam ilmu fiqih kebangsaan. Secara harfiah yang berarti ilmu yang mementingkan kepentingan Bangsa dan Negara untuk kemaslahatan bersama. “Muhammadiyah itu sudah berdiri 32 tahun sebelum Indonesia merdeka. Kita juga turut andil dalam kontribusi pendidikan di Indonesia. Maka kedepan, wawasan kebangsaan kita harus dipertajam. Dan jangan melupakan akar dari Muhammadiyah,” tegas Amien Rais.

Ketika disinggung soal peristiwa pertemuan Prabowo Subianto dengan Megawati Soekarnoputri, Amien Rais pun berujar, jika dalam setiap pertemuan pasti ada yang dibahas. “Saya tidak tahu apa yang dibahas. Intinya sejak semula, kami dikubu 02 istiqomah di jalur oposisi. Karena demokratis yang sehat dan konstruktif harus ada pihak oposisi yang monitoring kinerja pemerintahan,” Pungkas Amien Rais.  (Dol)

 

 

 


share on: