Penambang Ilegal Tanah Urug Dicokok Polisi

share on:
Kombes Pol Tony Surya bersama Ir Hananto (berkacamata) dan AKBP Verena saat memberikan keterangan kepada wartawan || YP/Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) - Jajaran Direktoral Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY meringkus pelaku penambangan ilegal tanah urug, YS (30) warga Paliyan Gunungkidul, pada Jumat 25 Oktober 2019.

Dalam gelar kasus, Rabu (30/10) di kantor PUP-ESDM, Dirreskrimsus Polda DIY Kombes Pol Tony Surya Putra SIK MH menjelaskan, lokasi penambangan tanah urug berada di Tambakbayan Caturtunggal Sleman.

“Pelaku adalah seorang pekerja dalam sebuah lahan. Oleh kantornya dia disuruh melakukan pengurugan tanah yang hendak dibuat kolam renang. YS pun menyewa ekskavator dan sejumlah truk dump. Karena terhimpit masalah ekonomi, YS tidak meratakan tanah urug tersebut. Namun malah menjualnya. Apalagi pelaku tidak memiliki izin IUP, IUR dan IUPK,” terang Kombes Pol Tony Surya didampingi Kasubdit Penmas AKBP Verena.

Lantaran aksi nekat yang dilakukan YS, petugas menyangkakan Pasal 158 UU RI No.4 Tahun 2009 tentang Penambangan Mineral dan Batubara. Yakni barang siapa yang melakukan kegiatan pertambangan illegal tanpa dilengkapi IUR, IUP dan IUPK bakal dijerat ancaman penjara maksimal 10 tahun. Dengan denda Rp 10 miliar. “Selain meringkus YS, kami juga telah mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain: 4 unit truk dump, 1 unit ekskavator, 14 meter kubik tanah, uang Rp 2,4 juta, buku rekap material, 2 unit HP dan 2 lembar surat perintah kerja,” imbuh Dirreskrimsus Polda DIY.

Kepala PUP-ESDM DIY Ir Hananto disela gelar kasus menyatakan, kasus penambangan illegal ataupun tanah urug tak berizin yang terjadi diwilayah DIY jumlah pelanggarannya semakin naik. “Akan kami ketatkan soal regulasi pengurusan izin dan monitoring berjenjang bagi para pelaku usaha ini. Tentunya kami menggandeng Ditreskrimsus Polda DIY untuk menekan angka pelanggaran tersebut,” unghkap Ir Hananto.  (Dol)

 

 

 


share on: