Pemuda Menampar Siswi, Agustinus : Mestinya Masuk Pidana Ringan

share on:
Advokat Hartanto SH (kiiri) dan Agustinus selaku tim pengacara terdakwa || YP/Agung DP

Yogyapos.com (SLEMAN) - Dituduh melakukan penganiayaan terhadap anak masih dibawah umur, Danica Gasta Fellen Erfian (19) harus duduk kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Selasa (8/7/2019). Terdakwa yang didampingi tim pengacaranya, Agustinus SH dan Hartanto SH, ini diadili oleh Majelis Hakim diketuai Suparno SH.

“Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 80 ayat(1) jo UU RI No 35 tahun 2014 sebagaimana diubah UU RI No 17 tahun 2016 tentang perubahan Perlindungan Anak UU No 23 Tahun 2002, dan kedua melanggar Pasal 351 ayat(1) KUHP,” tegas Jaksa Penuntut Umum (Jpu) Euis Ratnawati SH.

Diungkapkan jaksa dalam surat dakwaannya, bahwa kasus penganiayaan dilakukan terdakwa pada 24 Januari 2019 pukul 11.00, di perempatan Ngablak Bangunkerto Turi, Sleman.

Sesaat sebelumnya terdakwa mengendarai sepeda motor memboncengkan saksi Samanjaya Dewi Kurniawan untuk membeli rokok. Selanjutnya saksi masih diajak putar-putar oleh terdakwa tanpa mengetahui tujuannya. Sampai di SMK Muhammad Turi saksi baru mengetahui jika terdakwa mencari korban Dewi Septiani (17) di SMK Muhamadiyah Turi.

Namun karena tidak ada di sekolah, lalu terdakwa mengajak pulang saksi Samanjaya Dewi Kurniawan melewati Simpang Empat Ngablak Turi Sleman yang saat itu terdakwa melihat korban Dewi Septiana sedang mengendarai motor berboncengan dengan saksi Ayub Tirtoaji. Dan terdakwa berkata "sik mandek aku arep omongan karo kowe.” Sedangkan saksi Samanjaya Dewi Kurniawan hanya menunggu diatas motor tidak turun.

Tak berselang lama terjadi cekcok antara terdakwa dengan saksi Tirtoaji dan terdakwa pada Tirtoaji hingga saling dorong mendorong. Melihat peristiwa itu, saksi Tirtoaji. Dewi Septiani yang berusaha melerai malah ditampar pipinya oleh terdakwa sembari dibentak agar tidak turut campur.

Menurut jaksa, perbuatan terdakwa membentak dan menampar korban merupakan kategori tindak pidana penganiayaan. Sedangkan tim pengacara terdakwa  

Menyatakan, sebenarnya penganiayaan yang dilakukan kliennya ringan karena korban hanya merah di pipinya serta tidak mengganggu aktivitasnya.

Sebenarnya, ujar Agustinus SH, kliennya tak bermaksud menganiaya. Itu hanya ekses saja, serta kebetulan korban kategori anak-anak sehingga  dilakukan penahanan.

“Pasal yang didakwakan terlalu berat buat klien kami. Ini mestinya masuk kategori tindak pidana ringan. Oleh sebab itu kami mengajukan penangguhan penahanan, semoga dikabulkan,” harap Agustinus kepada yogyapos.com usai sidang. (Agung DP)

 

 


share on: