Pemeran Tokoh Wage: Tetap Geluti Dunia Panggung, Emoh Disebut Artis

share on:
Rendra Bagus Pamungkas || YP/Agung Dwi Purwanto

NAMANYA makin melejit setelah membintangi beberapa film. Meski demikian, Rendra Bagus Pamungkas yang akrab disapa Rendra ini menyatakan agak risih jika disebut artis.

“Saya lebih suka disebut aktor,” tukasnya kepada yogyapos.com di sela-sela acara Festival Angon Bocah di Desa Sendangadi Mlati Sleman baru-baru ini.

Pemeran Wage dalam film WR Supratman yang disutradarai John De Rantau ini menyatakan, sebutan aktor sangat memiliki dasar yang pas karena dirinya selama ini melakukan olah kreatif keaktoran. Sedangkan artis terlanjur cenderung mengesankan hal yang berbeda.

Dengan kata lain, Rendra agaknya hendak mengatakan bahwa seorang aktor otomatis bisa melakukan pemeranan. Tidaklah demikian sebaliknya, seorang artis belum karuan memiliki disiplin akting yang memadai.

“Tapi sebetulnya sama, hanya penekanan saja dalam bahasa Inggris. Kalau artis lebih preoaktif, gitu,” ujar alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Rendra mengaku cukup puas ketika memerankan tokoh Wage. Ia sebelumnya melakukan studi literatur, sejarah pergolakan bangsa. Hal ini dilakukan untuk meraih subtil karakter tokoh yang bersangkutan. Hal yang sama juga dilakukan ketika ia terlibat dalam film Cokroaminoto.

“Terkait dengan peran tokoh, maka hal mendasar adalah perlu mengenali deatail tampilan maupun meraba karakter tokoh yang bersangkutan,” jelas aktor panggung dan fil yang pernah terlibat dalam film Mengejar Embun, Lampor dan Gundala.

Aktor kelahiran 1984 yang beristri seorang bidan Pondokrejo, Tempel, Sleman ini mengaku sudah ada beberapa tawaran shooting pasca WS Supratman. Tapi dirinya belum memberikan kepastian, karena harus selektif mempelajari skenario. Di sisi lain dia juga masih aktif dalam Teater Jogja yang baru-baru ini mementaskan ‘Daging Dalam Kaleng’ karya Samuel Beckett. Sehingga perlu mengatur waktu agar satu sama lainnya tidak tabrakan.

“Apa pun alasannya, saya aktor. Bermula dari panggung, tak mungkin meninggalkan dunia panggung,” pungkasnya. (Agung DP)

 

 

 


share on: