Pemalsu dan Pengedar Miras Impor Dibekuk, Dijerat Pasal Berlapis

share on:
Jajaran Ditreskrimsus Polda DIY menunjukkan barang bukti stiker palsu produk miras impor || YP/Fadholy
Yogyapos.com (SLEMAN) - Jajaran Ditreskrimsus Polda DIY berhasil membekuk RD (31) warga Samirono Baru Depok Sleman, karena diduga kuat memalsukan minuman keras (miras) impor merek Conti, sekaligus menjual dan mengedarkannya secara online via Facebook.

Dalam konferensi pers Kamis (11/7) siang, Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yulianto menjelaskan, penangkapan tersangka RD dilakukan pada 2 Juli sekitar pukul 21.00. Penangkapan pelaku berdasar laporan aduan dari masyarakat. “Selain menahan pelaku, kami juga telah mengamankan 20 botol miras merek Conti palsu, sejumlah gulungan stiker untuk memalsukan produk, serta uang hasil penjualan tersangka sebesar Rp 19.800.000,” papar AKBP Yulianto.

Sementara, Direktur Ditreskrimsus Polda DIY, Kombes Tony Surya menambahkan, pelaku akan dijerat pasal berlapis. Yakni pemalsuan atau merekayasa produk serta menjual dan mengedarkan minuman keras.

“Pelaku kami jerat dengan Pasal 204 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. Serta kami sangkakan juga kepada pelaku Pasal 142 UU No.18 Tahun 2018, dengan acaman maksimal 2 tahun penjara serta denda maksimal Rp 4 miliar,” jelas Kombes Tony.

Kombes Tony melanjutkan, penangkapan pelaku berawal dari laporan warga yang menyebutkan jika ada kegiatan yang tak lazim dilakukan tersangka RD. Lalu petugas pun melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Hingga akhirnya menemukan sebuah akun Facebook yang menjual minuman keras merek Conti. Pelaku menjual sebotol miras dengan harga Rp 160.000.

Dari keterangan pelaku menyebutkan, jika dirinya mengolah sendiri miras tersebut. Dengan bahan alkohol murni, gula pasir, lemon dan air mineral. Lalu dioplos dan dikemas dalam botol bersegel. Dan ditempeli stiker palsu. Sistem penjualaan melalui online via Facebook. (Dol)

 

 


share on: